Stop Bakar Sampah Ini Bahayanya Bagi Kesehatan

Editor : Muh. Idris

Online24,Makassar –  Apakah anda sering membakar sampah di rumah? Sebaiknya hindari dan hentikan kebiasaan tersebut. Pasalnya membakar sampah rupanya dapat membahayakan kesehatan? Berikut penjelasannya.

Apa saja bahan kimia yang terkandung dalam asap hasil pembakaran sampah?

Dilansir dari Scientific American, Ketika Anda membakar sampah, berbagai bahan kimia yang terkandung di dalamnya akan memuai ke udara dan memicu polusi. Itulah yang menjadi ancaman bagi kesehatan. Menurut US Environmental Protection Agency, karbon monoksida dan formaldehida (formalin) adalah dua zat utama hasil pembakaran yang paling banyak memicu penyakit pernapasan.

Sebanyak 29 persen asap hasil pembakaran mengandung partikel logam berukuran kecil yang dapat menembus langsung ke dalam paru-paru. Selain itu, 10 persen kandungan polutan dari sampah mengandung merkuri dan 40 persen lainnya mengandung hidrokarbon aromatik polisiklik (PHA).

Asap pembakaran juga mengandung banyak materi tak kasat mata lainnya seperti hidrogen klorida, hidrogen sianida, benzena, stiren, arsen, timbal, kromium, benzo(a)pyrene, dioksin, furan, dan PCB. Semua zat kimia ini jelas bukan untuk konsumsi manusia karena membahayakan kesehatan.

Bahan kimia dari asap pembakaran sampah tidak hanya dapat langsung terhirup oleh manusia, tetapi juga bisa menempel pada benda-benda yang ada di sekitarnya. Contohnya pohon, tanaman di kebun, permukaan tanah, dan sebagainya.

Walaupun apinya sudah padam, Anda masih bisa terpapar zat kimia hasil pembakaran sampah saat Anda makan buah dan sayuran yang ditanam pada tanah yang terkena abu pembakaran. Hati-hati, anak-anak pun juga bisa ikut terpapar saat ia menyentuh benda-benda di taman yang terkena asap pembakaran.

Jika bahan-bahan kimia tersebut terus dihirup oleh manusia, maka dapat meningkatkan risiko penyakit paru-paru, gangguan sistem saraf, serangan jantung, dan beberapa jenis kanker.

Bahaya membakar sampah ternyata tidak berhenti sampai disitu. Kandungan dioksin dari sampah plastik memiliki sifat karsinogenik dan dapat mengganggu sistem hormon dalam tubuh. Racun ini juga dapat menumpuk di dalam lemak tubuh dan diserap oleh plasenta bayi pada ibu hamil. Jadi, sudah sangat jelas bahwa membakar sampah berdampak buruk bagi kesehatan semua kalangan.