Pasien Ini Gugat BPJS Karena Obatnya Dihapus

Editor : Muh. Idris

Online24,Jakarta – Akhirnya Yuniarti Tanjung, pengidap kanker payudara HER2 positif, resmi mendaftarkan gugatannya untuk BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan. Terkait persoalan dihapusnya obat trastuzumab yang digunakannya. Penghapusan tersebut dinilai sangat merugikan dirinya.

“Mengacu pada konstruksi gugatan kami, yang pertama adalah tergugat satu Presiden Negara Republik Indonesia, tergugat dua Menteri Kesehatan Negara Republik Indonesia, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, tergugat empat adalah Dewan Pertimbangan Klinis, itulah tergugatnya,” ujar Kuasa hukum Juniarti, Rusdianto Matulatuwa, SH, Jumat (27/7/2018).

Menurut kuasa hukumnya, mereka menginginkan mendapatkan jaminan akses pengobatan sebagaimana mestinya dari BPJS.

Gugatan tersebut sudah terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nomor perkara 552/Pdt.G/2018/PN Jkt Selatan pada tanggal 27 Juli 2018.

Pada 1 April 2018 trastuzumab yang termasuk dalam dalam Formularium Nasional tahun 2018 yang baru ditandatangani 28 Desember 2017 oleh Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek itu dihapus dari jaminan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan atas dasar keputusan dari Dewan Pertimbangan Klinis.

Obat yang harganya sangat mahal tersebut digunakan oleh pasien kanker payudara, khususnya tipe HER2 positif.