BNN Ingatkan Narkoba Telah Rugikan Negara Trilliunan

Editor : Andhika BD

Online24, Palopo – Komitmen BNN Kota Palopo dalam rangka meningkatkan progres pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kota Palopo kembali diwujudkan melalui pelaksanaan asistensi penguatan pembangunan berwawasan anti narkoba bagi kalangan pendidikan di Hotel Harapan, Senin (30/7/2018).

Acara yang dibuka secara resmi oleh Pj. Sekda Palopo H.Jamaluddin Nuhung, SH.MH tersebut dihadiri oleh sebagian besar pelajar SMA/SMK se-Kota Palopo.

Dalam kesempatan itu, Pj.Sekda Palopo mengingatkan agar BNN mampu mengajak seluruh kalangan masyarakat untuk bersama-sama secara komprehensif melakukan pencegahan terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

“Masyarakat juga harus mampu sebagai pelaksana dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan terhindar dari aktivitas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” sarannya.

Sementara itu, kepala BNN Kota Palopo mengatakan bahwa kegiatan asistensi bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang bebas dan bersih tanpa narkoba.

“Peredaran narkoba merupakan kejahatan yang luar biasa dan terorganisir, telah menimbulkan ancaman keamanan dalam masyarakat sehingga kondisi ini menjadi ancaman serius terhadap kelangsungan hidup berbangsa dan negara yang perlu disikapi,“ ujarnya.

Kepala BNN menambahkan bahwa sesuai hasil survey penyalahgunaan narkotika di Indonesia yang dilakukan oleh BNN bekerjasama dengan Universitas Indonesia, estimasi angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia pada tahun 2017 sebesar 1,77 % atau setara dengan jumlah 3,3 juta orang, dari angka itu telah mengakibatkan dampak kerugian kerugian sosial dan ekonomi yang di timbulkam dari penyalahgunaan narkoba sebesar Rp 84.7 triliun yang terdiri dari Rp. 7,3 triliun kerugian sosial dan Rp. 77,4 triliun kerugian pribadi.

Sementara dari hasil survey diperkirakan 11.0471 orang/tahun atau 30 orang/hari meninggal akibat penyalahgunaan narkoba. “ Ini yang membuat kita miris “ tandasnya penuh prihatin.

Kegiatan asistensi penguatan pembangunan berwawasan anti narkoba yang berlangsung sehari tersebut dimaksudkan sebagai upaya meningkatkan kemampuan dan keterampilan para penggiat anti narkoba untuk turut melaksankan dan menciptakan lingkungan bersih tanpa narkoba khususnya di lingkungan pendiidikan.