Vaksin MR Halal? Begini Penjelasan MUI

Editor : Aris Munandar
Salah satu siswa MTsN Model Makassar diberi vaksin MR. (Adam/Online24)
Salah satu siswa MTsN Model Makassar diberi vaksin MR. (Adam/Online24)

Online24, Makassar – Vaksin Measles Rubella (MR) kembali menjadi polemik di tengah masyarakat. Hal ini pun membuat Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) M Cholil Nafis angkat bicara. Seperti diketahui, kampanye vaksin MR tahap II telah dilakukan mulai Rabu (1/8/2018).

Menteri Kesehatan RI, Nila Moeloek (kedua dari kiri) menyaksikan pemberian vaksin kepada salah satu siswi MTsN Model Makassar. (Adam/Online24)

Nafis mengatakan, MUI meminta secepatnya untuk dilakukan sertifikasi atau mencari solusi terkait kehalalan vaksin.

“Nah, sampai saat ini vaksin MR itu tak pernah diajukan ke MUI untuk dilakukan sertifikasi halal. Tetapi di beberapa daerah petugas menyampaikan ke publik bahwa vaksin MR sudah halal dan mendapat rekomendasi dari MUI. Kalau sengaja memelintir rekomendasi MUI itu, maka saya kira ini kebohongan publik,” kata Nafis dalam keterangan tertulis dilansir idntimes.

1. Vaksin harus berbahan halal
Menurut Nafis, Komisi Fatwa MUI memberikan rekomendasi dan dukungan terhadap vaksin MR dalam rangka untuk mencegah terjadinya penyakit dengan cara preventif berupa imunisasi. Namun, tetap harus menggunakan bahan yang halal.

Pemberian vaksin MR kepada siswa MTsN Model Makassar. (Adam/Online24)

“MUI mendukung vaksinasi itu karena sesuai dengan ajara Islam, bahwa kita wajib berupaya menghindari atau mengobati penyakit yang akan menimpa atau yang sudah menimpa. Namun, tidak boleh dengan bahan haram, kecuali karena darurat. Padahal, vaksinasi MR ini belum tingkatan darurat dan masih dimungkinkan untuk vaksin dari bahan yang halal,” tutur dia.

2. Kemenkes diminta tunduk pada UU Jaminan Produk Halal
MUI berharap kepada pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan RI, untuk menaati dan tunduk pada Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.

Seorang siswi MTsN Model Makassar menangis saat diberi vaksin MR. (Adam/Online24)

“Pemerintah wajib memenuhi hak warga Muslim di Indonesia, untuk mengonsumsi dan berobat dengan yang halal,” kata Nafis.

3. Jangan sebut vaksin MR sudah halal
Begini Penjelasan MUI soal Kehalalan Vaksin MRANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Setelah pemberitahuan MUI tersebut, kata Nafis, pemerintah dan petugas vaksin MR dilarang menyebut bahwa vaksi MR sudah mendapat sertifikat halal dari MUI.

Salah satu siswa MTsN Model Makassar dengan tenang disuntik vaksin MR. (Adam/Online24)

“Jika masih melakukan itu, berarti melakukan kebohongan publik yang dapat dituntut secara hukum,” ujar dia.

Berikut Fatwa MUI Nomor 4 Tahun 2016 tentang Imunisasi:

Pasal 1: Imunisasi pada dasarnya dibolehkan (mubah sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh/imunitas) dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu.

Pasal 5: Jika seseorang yang tidak diimunisasi akan menyebabkan kematian, penyakit berat, atau kecacatan pennanen yang mengancam jiwa, berdasarkan pertimbangan ahli yang kompeten dan dipercaya maka imunisasi hukumnya wajib.