Sequis Berikan Edukasi Medis “Pentingnya Menjaga Kesehatan Organ Intim Bagi Perempuan”

Editor : Muh. Idris

Online24,Jakarta, – Rentannya perempuan terserang berbagai penyakit yang berhubungan dengan organ intim menjadi tanda untuk memahami kondisi tubuh serta mengetahui risiko penularan penyakit.

Menyadari hal ini, Sequis mengajak para karyawannya untuk lebih memperhatikan kesehatan. Salah satunya adalah dengan menggelar seminar kesehatan gratis bagi lebih dari 100 karyawan perempuan Sequis.

Seminar ini diadakan dengan menggandeng PT Softex Indonesia sebagai produsen pembalut pertama di Indonesia, dalam acaraHealthy Talk Show bersama Softex Daun Sirihyang membahas tentang kesehatan organ intim dengan topik “Kebersihan dan Kesehatan Area Kewanitaan” bersama dokter Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan dr. Bram Pradipta, SpOG dan Brand Representative  PT Softex Indonesia Melina Scandinovita.

Menurut dr Bram, vagina atau alat reproduksi wanita harus dijaga kebersihannya dari basah, lembab karena vagina rentan terhadap infeksi. “Akibat dekatnya batas antara uretra dengan anus dapat menyebabkan kuman penyakit dapat masuk dengan mudah ke liang vagina seperti jamur, bakteri, parasit ataupun virus,” ujar dr Bram.

Hal ini bisa terjadi karena area kewanitaan tidak bersih akibat penggunaan celana dalam yang tidak tepat, tidak diganti, atau basah.

Hal ini juga dibenarkan oleh Health Claim Senior Manager Sequis dr. Yosef Fransiscus. Menurutnya, terjadinya keluhan sakit pada organ intim perempuan biasanya dimulai karena tidak membiasakan menjaga kebersihan daerah intim. Misalnya saja membiarkan pakaian dalam tetap digunakan dalam keadaan basah karena keringat atau keputihan atau tidak membersihkan sampai kering setelah buang air kecil.

“Basah dan lembab pada daerah selangkangan, kelamin dan sekitar pantat dalam jangka waktu yang lama dapat mengembangkan bakteri sehingga menyebabkan bau tak sedap atau infeksi,” ujarnya. Untuk itu dr Yosef menyarankan agar perempuan rajin menjaga daerah vagina agar tetap bersih dan kering.

Adapun keluhan umum di daerah vagina yang sering terjadi misalnya rasa gatal, nyeri saat buang air kecil, bau yang tidak sedap, adanya darah saat bersenggama serta adanya cairan putih atau dikenal dengan keputihan yang keluar dari vagina. Menurut dr Bram, jika terjadi keputihan sebaiknya jangan diabaikan karena keputihan yang terjadi secara terus menerus akan mengalami perubahan seperti jumlahnya bertambah banyak, konsistensinya berubah, warna berubah lebih keruh, rasa gatal yang semakin sering dan timbul bau yang tidak sedap.

Ia menyarankan agar sebelum terjadi keluhan pada daerah vagina, perempuan sebaiknya membiasakan diri secara regular membiasakan menjaga kebersihan daerah organ intim seperti mengeringkan vagina setelah buang air kecil dengan tissue. Jika menggunakan cairan pembersih vagina maka gunakan yang mengandung bahan alami dan dipergunakan bersama air hangat dan dibasuh pada daerah permukaan luar vagina terutama sebelum tidur. Bila menggunakan pantyliner atau pembalut maka perlu menggantinya setelah dua-tiga jam sekali terutama jika sudah basah harus segera diganti.

Penggunaan pakaian juga ternyata dapat mempengaruhi kesehatan organ intim perempuan misalnya saja jika sering menggunakan celana ketat dan bahan celana yang tidak menyerap keringat akan membuat area selangkang dan area intim menjadi lengket, lembab dan menjadi area yang subur bagi  jamur. Dr Bram menyarankan juga agar bagi perempuan yang menyukai kegiatan luar ruang seperti olah raga sebaiknya segera berganti pakaian dalam pasca olah raga.