Kasus Dugaan Pemotongan Dana Camat 30 Persen Disidik Ulang Polda Sulsel dan Bareskrim Polri

Reporter :
Editor : Muh. Idris

Online24, Makassar– Perkembangan kasus dugaan korupsi pemotongan 30 persen dalam sosialasi SKPD dan kecamatan se-Kota Makassar akan disidik ulang oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khsusus Polda Sulawesi Selatan.

Menurut Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani kasus dugaan korupsi itu akan disidik ulang berdasarkan hasil gelar perkara di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

“hasil gelar perkara di Bareskrim dilakukan penyidikan ulang yang dilakukan secara bersama-sama oleh penyidik Polda dan penyidik Bareskrim,” kata Dicky saat ditemui di salah satu warkop di Bilangan Urip Sumiharjo, Selasa (7/8/2018).

Dicky menambahkan penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel dan Bareskrim Polri akan melibatkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam proses penyidikan untuk menghitung langsung jumlah kerugian negara akibat kasus dugaan korupsi tersebut.

“Polda dan Bareskrim serta BPK langsung ikut serta, betulkan ada kerugian negara,”

Meski penyidikan kasus tersebut dilakukan dengan gabungan Polda dan Bereskrim, Dicky menegaskan Laporan Polisi (LP) kasus tersebut masih tetap berapa di Polda. Pihaknya juga kembali melakukan pemeriksaa ulang terhadap saksi-saksi yang pernah diperiksa diantaranya lima orang anggota DPRD Kota Makassar serta Walikota, Moh Ramdhan Pomanto.

“LP tetap di polda, masih pemeriksaan saksi,
pemeriksaan ulang, anggota DPRD sudah ada,” tandasnya.