Polda Sulsel Isyaratkan Panggil Bupati Selayar Soal Insiden KM Lestari Maju

Reporter :
Editor : Muh. Idris

Online24, Makassar – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel mengisyaratkan akan memanggil Bupati Kepulauan Selayar, Basli Ali terkait peristiwa kandasnya KM Lestari Maju di Perairan Selayar, Selasa (3/7/2018) lalu. Dia diduga ikut bertanggungjawab atas insiden yang menewaskan puluhan jiwa tersebut.

“Kemungkinan untuk Bupati juga akan dipanggil,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani saat ditemui di salah satu warkop di Bilangan Urip, Sumiharjo, Selasa (7/8/2018).

Meski begitu, Dicky enggan berkomentar lebih jauh terkait kapan pemanggilan terhadap Basli Ali tersebut. Sebab, penyidik Polda Sulsel masih menunggu hasil kajian dari saksi ahli dan KNKT soal administrasi perizinan kapal.

“Saya belum bisa jawab dulu, makanya penyelidikan-penyelidikan ini kita mulai dari bawah dulu termasuk administrasi administrasi kapal termasuk juga rekomendasi hingga kapal ini bisa berjalan,” kata dia.

Menurutnya, bupati sebagai kepala daerah boleh saja memberikan surat rekomendasi perihal persetujuan pengoperasian KM Lestari Maju sebagai angkutan penyeberangan lintasan Pamatata, Kabupaten Selayar – Bira, Kabupaten Bulukumba untuk kepentingan masyarakat.

“Tapi baik pemerintah maupun penyelenggara harus tahu bagaimana kondisi kapal tersebut jangan sampai pemerintah juga tutup mata misalnya begini kapalnya seharusnya sudah masuk Dock di bulan Januari 2018 yang lalu, pemerintah mungkin tutup mata nah itu yang tidak boleh,” tandasnya.

Sejauh ini, penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel telah menetapkan tiga orang tersangka dalam insiden kapal maut KM Lestari Maju. Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka adalah nahkoda Agus Susanto, pihak syahbandar berinisial KM, serta pemilik kapal Hendra Yuwono.