2 Bandar Sabu Makassar Ditangkap Tim Ubur-Ubur

Reporter :
Editor : Aris Munandar
Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Estetika memberikan keterangan mengenai penangkapan tersangaka pengedar sabu saat rilis kasus di Mapolrestabes Makassar, Jalan Ahmad Yani, Rabu (8/8/2018).

Sebanayak 50 gram sabu beserta alat timbang dan dua orang tersangka berhasil diamankan oleh Tim Ubur-Ubur Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar. (Adam/Online24)
Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Estetika memberikan keterangan mengenai penangkapan tersangaka pengedar sabu saat rilis kasus di Mapolrestabes Makassar, Jalan Ahmad Yani, Rabu (8/8/2018). Sebanayak 50 gram sabu beserta alat timbang dan dua orang tersangka berhasil diamankan oleh Tim Ubur-Ubur Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar. (Adam/Online24)

Online24, Makassar – Tim Ubur-Ubur Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar meringkus dua orang bandar narkotika jenis sabu di Kota Makassar. Keduanya bernama Musdar dan Pardi ditangkap di Jalan Sepakat Kota Makassar, Senin (6/8/2018) lalu.

“Untuk keduanya kategori pengedar, mereka merupakan kaki tangan dari DPO kami dengan inisial mr X, untuk mengantar barang yang diedarkan di Kota Makassar,” kata Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika dalam konfrensi pers di Mapolrestabes Makassar, Rabu (8/8/2018).

Menurut Diari, kedua pelaku ini merupakan jaringan baru dalam peredaran narkoba. Mereka mengedarkan barang haram yang diambil dari Kabupaten Pinrang untuk diedarkan ke pengguna, termasuk anak di bawah umur.

“Kita memetakan jaringan baru, pembelinya ada anak-anak dan orang kerja juga banyak,” kata dia.

Dari tangan kedua pelaku, polisi menyita barang bukti narkotika jenis sabu dengan berat sekitar 25 gram, timbangan eletrik, beberapa saset kosong, dan telepon seluler serta beberapa barang bukti lainnya.

Sementara keduanya dijerat pasal 114 ayat 2 atau pasal 112 ayat 2 Juncto pasal 132 Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana paling lama 20 tahun atau denda paling banyak 10 milliar.