Polisi Telusuri Dalang Kasus Narkoba yang Libatkan Bocah SD dan SMP di Makassar

Reporter :
Editor : M N Ubay

Online24, Makassar– Aparat kepolisian terus mendalami kasus peredaran narkoba yang melibatkan bocah SD dan SMP di Kota Makassar. Kasus ini terungkap usai tim Opsnal Polsek Tallo meringkus AR (16) di Jalan Pannampu Lorong 2 pada Senin (6/8/2018) lalu.

Saat ini, polisi masih melakukan pengejaran terhadap bocah SD berinisial R yang jadi DPO.  Bahkan, polisi menelusuri dalang yang melibatkan pelajar tersebut dalam bisnis haram narkoba.

“Yang bersangkutan masih dalam pengejaran, kami juga mendalami siapa otaknya di belakang anak-anak ini mengedarkan narkoba,” ujar Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika di Polrestabes Makassar, Rabu (8/8/2018).

Menurutnya, perlu kehati-hatian dalam upaya mengungkap peredaran narkoba yang melibatkan anak di bawah umur. Selain jaringan peredarannya yang cukup tertutup, cara kerja yang rapi juga menjadi tantangan tersendiri dalam proses pengungkapan.

“Narkotika itu kan, dia berupaya menutup-nutupi jaringannya yang lebih dulu, lebar bahkan bisa jadi lebih luas. Makanya kita berupaya untuk terus berkerja dalam pengejaran awal ini,” kata dia.

Sementara, untuk porses hukum AR terus berlanjut. penanganan perkara diserahkan ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Pemerintah Kota Makassar guna menjalani proses hukum serta bimbingan mental.

“Jadi sementara dititipkan disana, karena Polres maupun Polsek tidak mempunyai sel khusus untuk anak. Pendampingan psikologi juga disiapkan dari P2TP2A itu, kalau kami cuma minta didampingi oleh Bapas,” jelasnya.

Menurutnya, Bapas dan penyidik dari pihak kepolisian akan bertugas untuk menilai sejauh mana peran terduga pelaku dalam jejaring peredaran barang haram tersebut. Meski begitu, proses hukum terhadap AR dipastikan akan tetap berjalan sesuai dengan prosedur dan ketentuan Undang-Undang narkotika

“Jadi Bapaslah nati yang akan menilai seperti apa nantinya. Karena memang tugasnya menangani apabila ada anak bermasalah dengan hukum. Tapi sistem peradilannya mulai dari segi penyidikan dan persidangan menggunakan sistem peradilan anak,” tandas Diari.