Ratusan Pelaku Ekonomi Kreatif di Makassar Ikut ‘BIGGER’

Editor : Asri Muhammad
Direktur Riset dan Pengembangan Ekonomi Kreatif, Wawan Rusiawan (kedua kanan) bersama Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual dan Regulasi, Ari Juliano Gema (kedua kiri) memberikan penjelasan mengenai kegiatan BISMA Goes to Get Member (BIGGER) yang diselenggarakan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI di The Rinra Hotel, Makassar, Kamis (9/8/2018). BISMA (BEKRAF Information System in Mobile Application) merupakan platform unggulan bagi pelaku kreatif untuk mendaftarkan diri ke database resmi Bekraf RI.
Direktur Riset dan Pengembangan Ekonomi Kreatif, Wawan Rusiawan (kedua kanan) bersama Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual dan Regulasi, Ari Juliano Gema (kedua kiri) memberikan penjelasan mengenai kegiatan BISMA Goes to Get Member (BIGGER) yang diselenggarakan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI di The Rinra Hotel, Makassar, Kamis (9/8/2018). BISMA (BEKRAF Information System in Mobile Application) merupakan platform unggulan bagi pelaku kreatif untuk mendaftarkan diri ke database resmi Bekraf RI.

Online24, Makassar – Sebanyak 300 pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Sulawesi Selatan, mengikuti BISMA Goes to Get Member (BIGGER) yang digelar Badan Ekonomi Kreatif (BeKraf) RI di Hotel The Rinra, Kamis (9/8/2018).

Event ini, untuk mengajak para pelaku ekraf mendaftarkan diri dan usahanya ke database milik BeKraf. Caranya, para pelaku ekraf mendaftarkan diri melalui aplikasi BISMA yang ada di platform Android dan iOS, serta ke website https:/bisma.bekraf.go.id/.

Selain itu kegiatan ini diharapkan mendukung komunikasi dua arah antar pelaku ekraf dengan 16 subsektor BeKraf.

Dengan begitu, akan membantu pemerintah menangkap masalah, memonitoring perkembangan usaha serta menerima saran seputar ekonomi kreatif sehingga dapat membantu penyusunan kebijakan ekonomi.

Memanfaatkan kesempatan ini, BeKraf juga mengajak para pelaku ekraf untuk mendaftarkan hak kekayaan intelektual (HKI) usahanya.

“Saat ini dari 8,2 juta unit usaha yang ada di Indonesia, baru 11,2 persen yang terdaftar di HKI,” jelas Deputi Fasilitas HKI dan Regulasi, Ari Juliano Gema.

Kegiatan BIGGER ini merupakan ajang berjejaring bagi para stakeholder ekonomi kreatif. Saat ini berdasarkan data BPS, terdapat 37.375 pelaku ekonomi kreatif yang terbagi dalam 5 subsektor, diantaranya 24.490 usaha kuliner, 7.952 usaha fesyen, 3.189 usaha kriya, 849 usaha penerbitan dan 287 usaha fotografi.

Pada acara ini, para pelaku ekraf juga dapat berbincang dengan sejumlah narasumber diantaranya Sisca Soewitomo (pakar kuliner Indonesia), Decy Ramona (owner dan designer Tyramona), Harjono Sukarno (Direktur PBMT Ventura), Andy Fajar Handika (kulina.id), Chef Adzan Tri Budiman (pakar kuliner) dan Sugeng Untung (designer) yang terbagi dalam beberapa sesi.