Anti Corruption Committee (ACC Sulawesi) Menolak Keras Bacaleg yang Tersandung Kasus Korupsi

Editor : Muh. Idris
Abdul Muttalib Ketua ACC Sulawesi
Abdul Muttalib Ketua ACC Sulawesi

Online24,Makassar – Terkait putusan Panwas Kab Toraja Utara nomor 001/PS/SN.20/VII/2018 yang menerima gugatan bacaleg dari partai PKPI atas nama Joni Kornelius Tondok mantan terpidana kasus korupsi, Anti Corruption Committee (ACC) mengeluarkan pernyataan bahwa putusan panwas Kab Toraja menunjukkan ketidakcermatan dalam memberikan pertimbangan hukum, karena hanya mendalilkan pada persoalan HAM semata.

Hal itu di sampaikan pihak ACC dalam rilisnya pada Redaksi Online24Jam.com dalam rilis tersebut dikatakan bahwa putusan tersebut tdk serta merta dapat diterima meskipun Panwas Toraja Utara mendalilkan penghormatan HAM. Logika ini menunjukkan ketidakpahaman Panwas Toraja Utara tentang pemilu berintegritas yang tentunya di dimulai dari tahapan seleksi bacaleg.

“panwas Kab Toraja cenderung tidak mendukung pemilu berintegritas sehingga itu menerima gugatan bacaleg terpidana korupsi maka patut pula publik mempertanyakan integritasnya sebagai penyelenggara pemilu.’ Ujar Abdul Muttalib Ketua ACC Sulawesi.

Lebih lanjut dikatakan bahwa putusannya hanya mempertimbangkan UU NO 7 /2017 (mengakomodir bacaleg terpidana perkara pidana umum) tanpa mempertimbangkan PKPU 20 Tahun 2018 sbg salah satu dasar hukum KPU dlm menetapkan syarat bacaleg yang menolak bacaleg terpidana kasus korupsi.

Untuk itu, ACC mendukung penuh komitmen KPU menolak bacaleg terpidana korupsi. Dan mendesak KPU RI melakukan upaya hukum dengan tidak meloloskan terpidana kasus korupsi berdasarkan PKPU no.20 thn 2018, dan memberikan Suport & membeckup penuh KPU Toraja utara.

Serta mendesak Bawaslu RI, DKPP serta semua stackholder terkait pemilu untuk mendukung upaya KPU RI menolak bacaleg terpidana kasus korupsi.