Pelatih Persela Sindir Gaya Main ‘Parkir Bus’ Ala Robert

Editor : Aris Munandar
Playmaker PSM, Wiljan Pluim diadang pemain Persela. (foto: MO PSM)
Playmaker PSM, Wiljan Pluim diadang pemain Persela. (foto: MO PSM)

Online24, Makassar – Persela hanya mampu meraih satu poin di hadapan pendukungnya sendiri saat menjamu PSM. Juru racik Persela, Aji Santoso yang kecewa lantas menyindir gaya main bertahan yang diterapkan pelatih PSM, Robert Rene Alberts.

Pada pertandingan di Stadion Surajaya, Jumat (10/8/2018), PSM sebenarnya unggul lebih dulu pada menit ketiga melalui sundulan Ferdinand Sinaga.

Namun setelah Diego Assist menciptakan gol balasan pada menit 13, tim Juku Eja menerapkan permainan bertahan yang cukup dalam atau lebih sering disebut strategi ‘parkir bus’.

Bahkan penyerang PSM, Alesssandro Fereira Leonardo yang diturunkan starter turun hingga ke garis tengah lapangan ketika Birrul Walidain dkk memegang bola. Mereka urung menekan Persela di area lawan.

Dilansir @psmstats, Persela unggul jauh dalam hal penguasaan bola yang mencapai 62 persen berbanding 38 persen milik PSM.

“Secara keseluruhan kami tidak ada masalah karena anak-anak sudah main bagus. Tapi saya sedikit surprise karena selama ditangani coach Robert, PSM baru bermain bertahan kali ini sehingga sulit ditembus pemain kami,” kata Aji Santoso.

Aji juga menyebut, strategi parkir bus yang diterapkan Robert telah menghilangkan nilai keindahan dari sebuah permainan sepakbola.

“Di babak pertama, mereka menerapkan compact deffence, semua pemain mereka tidak mau keluar dari pertahanan. Dan saya minta pemain saya menyerang dari sayap untuk membongkarnya.”

“Tapi mereka benar-benar tidak mau keluar. Makanya saya cukup surprise dengan Robert, mereka tidak mau keluar menyerang. Tidak apa-apa, itu strategi mereka. Tapi strategi itu menghilangkan keindahan sepakbola,” sindirnya.

Eks pelatih Arema FC ini lantas menyayangkan Robert menerapkan strategi itu. Padahal, kata dia, tim berjuluk Juku Eja itu punya sederet pemain bintang.

Sebut saja duo gelandang asing Belanda Wiljan Pluim dan Marc Anthony Klok, mantan pemain timnas Indonesia seperti Ferdinand Sinaga, Zulham Zamrun, Abdul Rahman dll.

“Suprise saja, PSM main bertahan dengan pemain-pemain bintangnya,” cetus Aji yang pernah berseragam PSM.