Dirjen Bea dan Cukai: Ada Usulan Harga Rokok Rp70 Ribu/Bungkus

Editor : Aris Munandar
Petugas Kanwil Bea Cukai Sulawesi, Agus Amiwijaya mengatur rokok ilegal saat konferensi pers di Kantor Direktorat Jendral Bea dan Cukai Wilayah Sulawesi, Jalan Satando, Makassar, Kamis (17/8/2107). Sekitar 5500 batang rokok ilegal berhasil diamankan karena memiliki dokumen palsu.
Petugas Kanwil Bea Cukai Sulawesi, Agus Amiwijaya mengatur rokok ilegal saat konferensi pers di Kantor Direktorat Jendral Bea dan Cukai Wilayah Sulawesi, Jalan Satando, Makassar, Kamis (17/8/2107). Sekitar 5500 batang rokok ilegal berhasil diamankan karena memiliki dokumen palsu.

Online24, Makassar – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (DJBC), Heru Pambudi mengungkapkan tarif kenaikan cukai untuk rokok tidak akan tinggi di tahun depan. 

Namun ia mengaku, ada saja usulan yang menginginkan agar tarif cukai hasil tembakau yang dikenakan bisa mengerek harga rokok hingga Rp 70.000 per bungkus.

Menurutnya, kenaikan tarif cukai rokok yang terlampau tinggi hanya akan membebani para pelaku industri rokok, serta memicu peningkatan peredaran rokok ilegal di pasaran.

“Yang concern kesehatan ingin naik setinggi-tingginya. Ada yang bilang Rp 70.000 per pack. Dengan harga seperti itu, akan meningkatkan peredaran rokok ilegal,” kata Heru dilansir CNBC Indonesia, Kamis (23/8/2018).

Heru menjelaskan, pengenaan tarif cukai tembakau akan tetap mengedepankan 5 aspek utama. Mulai dari aspek kesehatan, perlindungan kepada pelaku usaha, aspek penerimaan dan pengendalian, sampai industri.

Namun, pemerintah tidak bisa begitu saja menerapkan tarif cukai terlampau tinggi. DJBC selaku regulator, harus tetap mengedepankan aspek keadilan dalam merumuskan tarif tersebut.

“Secara historis akan tetap memperhatikan 5 faktor, plus pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Itu akan menjadi referensi,” ucapnya.

Meskipun pembahasan sudah dilakukan, namun Heru belum mau mengungkapkan berapa tarif cukai yang bakal dikenakan untuk hasil tembakau. Saat ini, tarif cukai hasil tembakau rata-rata sebesar 10,04%.

“Tarifnya untuk 2019 akan keluar sekitar akhir September atau Oktober,” katanya.

Jangan Lewatkan Berita Terbaru lainnya
Ikuti Online24jam.com di social Media Kamu