Ketika Barcelona Marah Besar Akibat Buruknya Kualitas Lapangan

Editor : Andhika Bd

Online24, Valladolid – Tak hanya terjadi di tim Liga 1 Indonesia yang kerap terdengar protes sekaitan buruknya kondisi lapangan. Tim sekelas Barcelona di La Liga, salah satu liga elit Eropa pun juga demikian.

Barcelona marah besar saat melawat ke markas Real Valladolid. Kendati meraih angka penuh, Barca dibuat kesal dengan kondisi lapangan stadion yang sangat buruk.

Bertanding di Jose Zorrilla, Minggu (26/8/2018) dinihari WIB, Barca menundukkan Valladolid 1-0. Ousmane Dembele menjadi penentu kemenangan Los Cules lewat golnya di babak kedua.

Barca tampil mendominasi permainan dengan penguasaan bola 64%. Sebanyak 10 percobaan dengan lima di antaranya mengarah ke gawang, sedangkan Valladolid dengan tujuh percobaan dan empat mengarah ke gawang.

Pelatih Barca Ernesto Valverde tidak memungkiri bahwa Valladolid memberikan perlawanan sengit. Namun, timnya juga mengalami masalah dengan lapangan yang berlubang di sana sini.

“Kondisi lapangannya memainkan peran yang besar di dalam pertandingan,” sembur Valverde di Marca.

“Saya tidak mengatakan bahwa tidak ada elemen lain, juga Valladolid memainkan bagian mereka tapi para pemain terpeleset, lapangannya terkelupas, dan kami juga mengalami cedera,” tambahnya.

Reaksi amarah juga dilontarkan bek tengah Barca, Gerard Pique. Ia menyoroti La Liga untuk melihat permasalahan ini dahulu sebelum berpikir membawa pertandingan ke Amerika Serikat, yang menuai banyak reaksi penolakan.

“Kalau (liga) ingin menjual produk ini di luar Spanyol dan membawa pertandingan ke AS, mereka perlu melihat apa yang terjadi di sini dulu,” sembur Pique kepada Movistar, yang dilansir ESPNFC.

“Lapangannya memalukan. Tidak cocok dipakai untuk bermain bola dan ada risiko membuat beberapa pemain cedera. Kuharap mereka yang berwenang memperbaiki karena ini benar-benar memalukan,” tambahnya.

Pun demikian dengan gelandang Barca Sergio Busquets. Ia juga menyayangkan pertandingan La Liga digelar di lapangan buruk seperti itu.

“Sungguh disayangkan kalau liga terbaik di dunia dimainkan dalam kondisi seperti ini. Tidak ada orang dari La Liga yang merasa mereka seharusnya datang dan memeriksa rumputnya. Anda tidak bisa bermain di permukaan seperti itu! Ini malah seperti pantai bukannya sebuah lapangan sepakbola, tapi memang kedua tim merasakan hal yang sama,” timpal Buquets.

[fbcomments]