Relokasi Pedagang Pasar Sentral, Ini Tanggapan Anggota DPRD Makassar

Editor : Andhika BD
Eskavator usai merobohkan lods pedagang kaki lima dijalan hos cokroaminoto (Andhika)
Eskavator usai merobohkan lods pedagang kaki lima dijalan hos cokroaminoto (Andhika)

Online24, Makassar – Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Makassar menanggapi relokasi pedagang pasar Sentral Makassar yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Makassar.

Ketua Komisi B DPRD Makassar, Yunus HJ mengungkapkan, sudah lama para pedagang terkatung-katung dalam ketidakjelasan status.

“Sangat mengapresiasi telah mengambil tindakan tegas di Makassar Mall. Karena pedagang sudah sangat lama terkatung-katung,” ungkap Yunus HJ di DPRD Makassar, Jalan AP Pettatani, Makasaar, Rabu (5/9/2018).

Meski demikian, Yunus meminta kepada Pemkot Makassar untuk tidak segera lepas tangan dari persoalan tersebut. Pasalnya, masih banyak pedagang yang menolak direlokasi dikarenakan harga sewa dari pihak pengembang yang terbilang berat.

“Akan tetapi mayoritas pedagang tidak sepakat dengan harga lods yang ditawarkan oleh PT. Melati Tunggal Inti Raya (MTIR) sebagai pihak pengembang,” tutur M Yunus.

Sejak awal memang pedagang mengeluhkan harga yang ditawarkan PT.MTIR. Yunus mengatakan sudah beberapa kali menerima keluhan pedagang. Dimana, harga awal yang disepakati antara pedagang dan MTIR, kini diingkari oleh MTIR sendiri

Kesepakatan awal sesuai pengakuan pedagang, yakni Rp42.158.000_ per meter, namun saat ini pihak MTIR menawarkan dengan berbagai varian harga, mulai Rp90 juta hingga Rp115 juta per meter. Harga itu disesuaikan dengan posisi lost.

“Olehnya dia tidak mau masuk didalam tanpa MTIR mengakui harga itu. Tapi Pemkot berinisiatif masuk saja dulu, dan MTIR telah memberikan gratis 6 bulan sambil membicarakan harga. Karena kasian juga kalau diluar. Hujan kebanjiran, panas kepanasan,” (*)