GengRape Terancam Hukuman Pidana Seumur Hidup Atas Kejahatan Seksual Pada Anak

Editor : Muh. Idris

Online24,Padang Sidimpuan – Anak kelas Lima SD di Blitar, Jawa Timur menjadi korban Kejahatan Seksual brutal bergerombol “gengRAPE” selama lima hari yang dilakukan delapan orang di Blitar, Jawa Timur.

Dari hasil investigasi cepat Komnas Anak serta penyelidikan Polisi terungkap korban mengalami kejahatan seksual lebih dari dua lelaki dalam satu waktu bersamaan. Aksi brutal dan biadab ini baru terungkap dari korban yang baru berusia 11 tahun dilaporkan anak hilang oleh keluarganya kepada pamong desa. Kemudiaan oleh pamong desa diteruskan melapor kepada Polisi.

“Dari laporan itu, kemudian kami lakukan penyelidikan dan berhasil menemukan korban di rumah salah seorang pelaku Mustajab (30), jelas Ipda Samsul Anwar Kasubag Humas Polresta Blitar.

Dengan bergerak cepatnya Polisi merespon laporan masyarakat, dua orang dari delapan pelaku telah ditangkap dan diamankan yakni Mustajab (23) warga Kecamatan Srengat dan Subakti (30) warga Kecamatan Pongok. Sedangkan enam pelaku lainnya diantara Paidi, Solikun, Doni, Jarni (pemilik rumah) dan Sadikin menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO).

Dibawa pengaruh minuman keras dan tayangan pornografi Mustajab dan kawan-kawan lainnya mengaku mengenal korban sejak tahun 2016. Selain dengan Sadikin, korban kerap juga diperkosa oleh beberapa pemuda bahkan Subakti mengaku sudah melakukan hubungan badan paksa dengan korban sebanyak 10 kali.

Mengingat Kejahatan Seksual brutal bergerombol “gengRAPE” masuk dalam kategori “extraordinary crimes” dan penanganannya juga harus luar biasa dari “leg specialis”, dengan demikian, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) sebagai lembaga independen yang diberikan tugas dan fungsi secara nasional memberikan pembelaan dan perlindungan Anak di Indonesia mendorong dan.mendesak Penyidik Polri Polresta Blitar untuk tidak ragu-ragu menjerat pelaku dengan tegas.

Demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Dewan Komisioner Komnas Perlindungan Anak kepada media disela-sela acara Kongres Kaum Bapak ke-6 GKPA di Padang Sidimpuan, Sumatera Utara Jumat 07/09/18.

Disamping itu Arist menjelaskan, dengan diberlakunnya UU RI Nomor 17 Tahun 2016, maka Komnas Perlindungan Anak meminta Penyidik Polri di Polresta agar menerapkan tuntutan Primernya dalam perkara ini dengan ketentuan UU RI Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan PERPU No. 01 Tahun 2016 sehigga Jaksa dapat menjerat pelaku dengan tu tutan yang maksimal berkeadilan bagi korban.

Lebih jauh Arist menjelaskan, atas peristiwa kejahatan seksua brutal bergerombol ini Komnas Perlindugan Anak mengajak pemerintah, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) dan pemangku kepentingan perlindungan anak di Jawa Timur untuk mewaspadai dan PERANG terhadap fenomena kejahatan seksual brutal yang menggejala dengan cara bergerombol “gengRAPE” di Blitar.

Untuk advokasi hukum dan pendampingan psikologis bagi korban, LPA yang ada di Jawa Timur bersama Tim GeRak Cepat Komnas Anak segera membentuk tim pendampingan korban, demikian Arist menjelaskan lebih jauh. (Ams18)