Robert Mengaku Masih Buta Kekuatan PSM

Editor : Aris Munandar
Pelatih PSM Robert Rene Alberts
Pelatih PSM Robert Rene Alberts

Online24, Makassar – PSM telah merampungkan empat laga uji coba jelang bentrok Barito Putera dalam lanjutan Liga 1 2018. Tapi Robert Rene Alberts mengaku masih buta sejauh mana kekuatan timnya.

Dalam empat laga uji coba itu, skuad Juku Eja yang dibagi jadi dua tim selalu meraih kemenangan telak. Hal itu sudah diprediksi Robert, sebab lawan-lawannya jauh di bawah level PSM.

Tim inti PSM menang 16-1 atas Palopo United, jawara Liga 3 Zona Sulawesi Selatan dan 7-0 atas OTP 37 yang juga juara Liga 3 zona Sulawesi Barat

Sementara tim kedua PSM menang 6-0 atas klub amatir Khaka FC dan 3-0 atas Sultan Jaya FC.

Sedari awal saat menyusun rencana persiapan PSM usai libur Asian Games, Robert memang mengagendakan uji coba melawan tim sepadan semisal tim Liga 1. Namun, keinginannya itu tak terwujud karena ia tak mampu berkomunikasi dengan CEO PSM, Munafri Arifuddin.

Bahkan, persiapan PSM jelang kembali berlaga di kompetisi resmi diwarnai permasalahan internal. Dimulai dari mangkirnya bomber asing Alessandro Ferrerira Leonardo dari latihan tim hingga tunggakan bonus pemain selama enam pertandingan jadi bumbu persiapan tim.

“Strategi bukan hal penting, tapi yang penting adalah sikap dan mentalitas para pemain. Kita bisa lihat meskipun kita dirundung beberapa masalah, tapi kemauan mereka tetap ada untuk latihan,” kata Robert saat ditanya sejauh mana kesiapan timnya bentrok Barito Putera, Sabtu (8/9/2018) kemarin.

“Tapi kita tidak bisa tahu di level mana kita berada sekarang. Dan inilah kekuatan dari tim kita semangat ewako. Tapi kalau kita mau mengukur kita tidak tahu di level mana. Dari empat pertandingan, kita sudah tahu hasilnya seperti itu, tidak akan jauh-jauh dari prediksi kita,” sambungnya.

Pernyataan itu mengisyaratkan jika Robert tak puas dengan hanya beruji coba melawan tim lokal. Ia juga menilai, dari empat tim yang sudah dihadapi Zulkifli Syukur dkk, hanya OTP 37 yang memberikan perlawanan berarti.

“Dari empat tim yang sudah kita hadapi, OTP tim yang kita lawan paling kuat. Mereka punya arah permainan yang jelas,” sebutnya.

Meski mengaku ada beberapa pemain OTP 37 yang menurutnya tampil bagus, tapi ia tak berniat merekrutnya karena persoalan umur. Ia hanya ingin merekrut pemain muda.

“Ada dua sampai tiga yang main diatas rata-rata. Tapi umur mereka bukan yang saya cari,” tandasnya.