Pacu Pertumbuhan Ekspor, Dosen Unibos Dampingi Penenun Sutra di Wajo

Editor : M N Ubay

 

Online24, Wajo – Dosen Universitas Bosowa (Unibos) kembali melakukan pengabdian masyarakat di Kabupaten Wajo. Pengabdian kali ini dilakukan tepatnya diDesa Pakkanna Kecamatan Tana Sitolo, Wajo, Senin (10/09/2018).

Pengabdian masyarakat dengan membantu pengembangan produk ekspor khususnya pada sutra ini dilakukan Tim Dosen Unibos IrSatriawati Cangara, Seri Suriani, dan Dra Dahlia Dahlima Moelier, M.Hum dengan melibatkan kelompok Sengkang Silk bersama para patennung (Penenun).

Dosen Unibos dalam pengembangan produk tersebut memberikan beberapa pendampingan kepada kelompok yang dituju. Termasuk memberikan pembinaan dalam penanganan bahan baku sutra dengan cara membangun kemitraan dengan petani murbai dan peternak ulat sutra. Mereka juga memberikan pelatihan–pelatihan yang dapat meningkatkan keterampilan, inovasi dan kemampuan teknologi dengan bekerjasama dengan instansi terkait.

Memberikan pemahaman standar pengupahan yang wajar, membantu merubah pola pikir mitra tentang manajemen tradisional dan kekeluargaan menjadi pengelolaan usaha berdasarkan manajemen modern, mendorong kemampuan entrepreunership, mendampingi dalam pameran nasional, dan memberikan pendampingan tentang bagaimana merencanakan, melaksanakan, memonitor dan mengevaluasi perkembangan usaha.

“Kami melakukan pendampingan dalam pengembangan produk ekspor sutra di Wajo ini dengan maksud memacu pertumbuhan ekspor produk sutra melalui pertumbuhan pasar yang kompetitif. Meningkatkan pengembangan kelompok sutra dalam merebut peluang ekspor melalui peningkatan kualitas produk dan pemasaran, mempercepat difusi teknologi dan manajemen masyarakat perguruan tinggi ke masyarakat industri, dan membantu mengembangkan proses link and match antara perguruan tinggi, industri, Pemda dan masyarakat luas”, ungkap salah satu tim dosen Unibos, Seri Suriani.

Hal tersebut disambut baik masyarakat setempat. Menurut Hj Herlina (Pemilik Sengkang Silk) program tersebut dapat menyelesaikan masalah yang selama ini dibadapi oleh para penenun.

“Program Pengembangan produk ekspor yang dilakukan oleh Tim Dosen Universitas Bosowa sangat baik dan dapat membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi para Pattennung terutama kami pemilik usaha sutra”, katanya.