Kejati Diminta Pecat Oknum Jaksa yang Diduga Jual Beli Penuntutan

Editor : M N Ubay

Online24, Makassar – Sekelompok massa yang tergabung dalam Barisan Pemerhati Hukum (BAMPER HUKUM) melakukan aksi unjuk rada di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Kamis(13/9/2018).

Dalam aksi unjur rasa tersebut mereka melaporkan adanya indikasi oknum Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang meminta uang senilai ratusan juta kepada terdakwa kasus korupsi pengadaan dan pemasangan pipa PVC di Satuan Kerja (Satker) Sarana Pengolahan Air Minum (SPAM) Provinsi Sulsel.

Mereka mengatakan bahwa oknum Jaksa tersebut mendatangi rumah terdakwa pada tengah malam dan meminta sejumlah agar oknum jaksa tidak mengajukan tuntutan yang tinggi saat di pengadilan.

“Mereka datang ke rumah terdakwa pada malam hari. Dengan mengatasnamakan Pak Kajati mereka meminta sejumlah uang. Ini adalah jual beli penuntutan,” Kordinator mimbar, Akabar Hanura.

Ia bahkan menyebut JPU tersebut mengeluarkan selebaran untuk memeras terdakwa dengan alasan kejaksaan akan melakukan tuntutan yang lebih tinggi lagi.

Untuk itu pihaknya meminta agar Kejati segera memporses dan memecat oknum jaksa nakal tersebut.

Aksi tersebut bahkan sempat diwarnai dengan keributan karena massa aksi memaksa masuk ke dalam halaman Kejaksaan Tinggi.

Keributan tersebut reda setelah Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati), Gerry Yasid turun menemui pendemo.

“Laporan ini saya terima dan akan diteruskan,” ujar Gerry.

Gerry berjanji akan memberikan jawaban serta hasilnya, satu minggu kedepan.

“Pernyataan sikap ini saya serahkan kepada Asintel, untuk segera dibuatkan laporan ke Kejati,” tandasnya

Ada beberapa oknum Jaksa yang dilaporkan oleh massa aksi. Yakni, Adi Haryadi Annas, Mudazzir dan Fajar selaku Kasi Penuntutan Kejati Sulsel.