Segel Bangunan Tanpa Putusan Pengadilan, Penyidik Polda Sulbar Bakal Dilaporkan ke Mabes Polri

Editor : M N Ubay

 

Online24, Makassar – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulbar dituding melalukan penyegelan bangunan secara sepihak. Bangunan atas nama Evi dan Dabiyati tersebut terletak di Kompleks Andita, di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman, Sulbar.

Kuasa hukum Evi dan Debiyanti, Muh Syahban Munawir, saat ditemui, Jumat (14/9/18), mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh penyidik polda Sulbar merupakan mal administrasi.

Sebab menurut Nawir, kasus tersebut masih berproses ditahap penyelidikan dan belum ditingkatkan ketahap penyidikan.

“Penyegelan tersebut dilakukan secara sepihak dan tanpa melalui prosedur hukum, yang diatur dalam KUHAP (Kitab Undang undang Hukum Acara Pidana),”ujarnya.

Bahkan tim penyelidik, dalam melakukan penyegelan tersebut, tanpa didasari dengan adanya surat penetapan resmi dari pengadilan setempat.

“Makanya kita pertanyakan. Kenapa, bisa bangunan itu disegel tanpa didasari penetapan dari pengadilan,” ungkapnya.

Ia menambahkan dengan adanya penyegelan tersebut klienya merasa dirugikan. Apalagi kata dia, kliennya memiliki sertifikat atas bangunan tersebut dan sertifikat tersebut diakui oleh BPN.

Untuk itu, pihaknya bakal melaporkan Penyidik Ditreskrimum polda Sulbar ke Devisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri).

“Kami rencana dalam waktu dekat ini akan melayangkan laporan ke Devisi Propam Mabes Polri. Karena kami menilai proses penyelidikan dan penyegelan rumah klien kami itu ada yang janggal,” pungkasnya.

Sementara itu Kasubdit Jatanras Polda Sulbar, AKBP Mappiaji dikonfirmasi mengaku, pihaknya melakukan penyegelan lantaran tidak menginginkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kita segel sementara karena ditakutkan terjadi bentrok. Karena pihak terlapor (Evi dan Debiyati) datang ke lokasi membawa preman, begitupun pihak pelapor, ” akunya saat dihubungi via telepon, Jumat (14/9/18).

Mantan Wakapolres Maros ini menerangkan, pekan depan pihaknya akan meminta keterangan dari saksi ahli untuk minta pendapatnya. Sebab, saat ini sementara ditelusuri kepemilikan.

“Insya Allah minggu depan, kita akan minta keterangan saksi ahli untuk mengambil pendapat hukumnya. Kalau ahli mengatakan kasus itu layak dinaikkan statusnya, makan akan ditingkatkan ke tahap penyidikan,” tandasnya.