Merasa Diteror, Warga Tana Toro Mengadu ke DPRD Sidrap

Editor : Muhammad Tohir

Online24,Sidrap-Warga tana toro, kecamatan pituriase mendatangi kantor DPRD Sidrap, Jalan Jendral Sudirman, Pangkajene, Sidrap, Senin (08/10/2018).

Warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pemuda dan Masyarakat Tana Toro (FK-PMT) inipun diterima sejumlah anggota DPRD Sidrap.

Kepada Anggota Dewan, mereka meminta agar DPRD sidrap turun tangan 1 X 24 jam untuk memberikan jaminan ke amanan atas dugaan teror terkait kasus yang menyebabkan beberapa warga tana toro hususnya warga dusun V tabaro yang meninggalkan kampung, dengan harapan agar tercipta kembali harmoni kehidupan warga.

Selain itu mereka juga meminta agar DPRD sidrap mengusut diskomunikasi antara warga dan instansi terkait tentang titik koordinat atau patok kawasan hutan lindung yang dinilai merugikan warga desa tana toro baik material dan non material.

Juga meminta DPRD Sidrap dan instansi terkiat untuk turun langsung kelokasi dan meng Investigasi menyeluruh atas titik koordinat atao patok hutan lindung agar tidak terjadi hal-hal serupa.

“Kami juga meminta DPRD untuk memfasilitasi adanya pembinaan dan pendampingan warga yang bermukim disekitar lokasi yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan lindung”harap koordinator aksi Makkatang.

Sementara FK-PMT menyebut jika warga ditana toro melakukan aktivitas penebangan kayu di areal kebun rakyat milik warga, namun tiba-tiba ada laporan oknum tertentu kepada Polisi Hutan sehingga kayu tersebut batal dijual karena ditahan, selain itu petugas polhut juga menahan peralatan dan kayu hasil olahan warga tersebut.

“Banyak masalah yang muncul sejak adanya garis merah yang diduga titik batas kawasan hutan lindung yang dibuat oknum tak bertanggung jawab. Ini yang kita pertanyakan, padahal jauh sebelumnya tidak ada,” Ujarnya.

Menurutnya patok batas kawasan hutan lindung sebelumnya tidak berada dilokasi saat ini dan ketaknya masih jauh masuk kedalam. “Nah, inilah perlu kejelasan. Karena banyak kebun masyarakat yang masuk dalam garis merah itu,” tandasnya.

Ketua Komisi I DPRD Sidrap, Umar Manong mengaku, secepatnya akan melakukan penelusuran terkait persoalan tersebut.

“Aspirasi masyarakat sudah kami terima dan akan segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.