Tuding Polisi Jadi Calo Tiket di APG, Presenter Augie Jadi Tersangka

Editor : Aris Munandar

Online24, Makassar – Presenter Augie Fantinus ditetapkan sebagai tersangka. Penyebabnya, ia tersangkut kasus dugaan pencemaran nama baik kepolisian usai menuding oknum polisi jadi calo tiket Asian Para Games 2018.

“(Augie) jadi tersangka. Sudah tersangka,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan dilansir Kompas.com, Sabtu (13/10/2018).

Kasus ini berawal dari video yang diunggah Augie di Instagram pribadinya @augiefantinus, Kamis (11/10/2018). Dalam video itu, seorang oknum anggota kepolisian disebut menjual tiket pertandingan basket Asian Para Games 2018 ke calon penonton di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat.

Berdasarkan keterangan pada unggahan video itu, polisi tersebut sedang bertugas di arena pertandingan basket. Ia hendak menjual tiket kepada Augie.

“Memalukan!!! Ini hari pertama gua ke GBK untuk support Timnas Basket Kursi Roda INDONESIA @jakartaswift.basketball di @asianpg2018….Bangga senang terharu sama antusias penonton yang penuh FULL HOUSE di lapangan basket senayan,” isi keterangan video tersebut.

“Bahkan gue pun beli tiket bersama coach @hermanto1978 dan ngantri panjang untuk masuk ke dalam lapangan. Tapi gue kecewa dan emosi dengan kejadian ini! Polisi yang seharusnya tugas menjaga dan melayani masyarakat justru oknum polisi jadi calo. Ini Oknum! Pantaskah! Biar masyarakat yang menilai. Saya melakukan ini karena saya cinta Indonesia,” lanjut keterangan pada video itu

Dugaan Augie itu dibantah Kapolres Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu. Meski membenarkan orang dalam video tersebut adalah anggota kepolisian. Namun, Roma menjelaskan aparat kepolisian itu tidak berniat menjual tiket pertandingan.

“Itu bukan calo ya. Setelah saya cek, dia mau refund tiket yang dia beli. Kalau calo kok anggota saya mau refund ke ticket box, bukan untuk ditawarkan ke penonton. Saya tegaskan tidak benar, kami lagi cari tahu pemilik akun Instagram tersebut untuk kami klarifikasi,” kata Roma.

Augie pun dilaporkan, karena dituduh melalukan pencemaran nama baik dan melanggar Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan mengatakan, laporan tersebut dilayangkan oleh oknum polisi yang disebut Augie dalam video unggahannya terlibat percaloan di Stadion Gelora Bung Karno (GBK).

“Tindak pidananya berkaitan dengan UU ITE di mana yang bersangkutan telah memviralkan satu peristiwa itu tidak seperti apa yang disampaikan di dalam video viral tersebut,” ujar Adi, Jumat (12/10/2018).

“Sehingga atas video viral tersebut korban merasa harga dirinya tercemar sehingga korban melaporkan yang bersangkutan atas kejadian viral tersebut,” dia menambahkan.