Ini Pesan Kepala LLDikti kepada 437 Wisudawan Unibos

Editor : M N Ubay

Online24, Makassar – Rektor Universitas Bosowa (Unibos) pada  Wisuda ke-54 Periode II tahun akademik 2017/2018 kali ini mengukuhkan 437 wisudawan Unibos di Balai Sidang 45 Universitas Bosowa, Selasa (16/10/2018)

437 wisudawan kali ini termasuk 77 dari Program Pascasarjana, 135 Fakultas Ekonomi, 24 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 30 Fakultas Pertanian, 53 Fakultas Teknik, 11 Fakultas Sastra, 35 Fakultas Hukum, 16 Fakultas Psikologi dan 56 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Pemberian penghargaan kepada wisudawan terbaik tingkat universitas dan fakultas pun dilakukan. Meraih IPK 3,97 wisudawati terbaik I universitas, Ayu Putri Utami (Fakultas Ekonomi) menerima penghargaan didampingi para lulusan terbaik lainnya. Seperti Ardiansyah (Fakultas Sastra) IPK 3,97, Wahyuni (FKIP) 3,95, Rosula Paul (Fisipol)3,81, Kadek Rantawan Puta (Fakultas Pertanian) IPK 3,62, Radhian Lubritama (Fakultas Teknik) IPK 3,52, Fitriani Ihsan (Fakultas Hukum ) IPK 3,86, Nur Fathirunnisa (Fakultas Psikologi) IPK 3,81 dan Yap Dewi Tirta (Program Pascasarjana) IPK 4,00.

Penyerahan penghargaan diberikan kepada lulusan terbaik oleh Ketua Yayasan Aksa Mahmud, Melinda Aksa didampingi Ketua BPH Yayasan Aksa Mahmud, Cahyo Winarto dan Rektor Unibos, Prof Saleh Pallu, M.Eng.

Dalam kegiatan pengkuhan wisudawan yang dihadiri Kepala Lembaga Layanan Direktorat Pendidikan Tinggi (LLDikti), acara ini dirangkaikan dengan pengukuhan guru besar Fakultas Hukum Unibos, Prof. Marwan Mas dengan orasi ilmiahnya berjudul Fenomena Korupsi Dalam Perspektif Yuridis dan Prof. Muh. Arfah Pattenreng dengan orasinya berjudul Urgensi Hukum dan Keadilan Sebagai Bingkai Pembangunan Dalam Masyarakat.

Kepala LLDikti, Prof Jasruddin, memberi arahan lulusan Unibos tidak menjadi generasi buta huruf.

“Ada 3 jenis buta huruf di era millenial di era 4.0 saat ini. pertama, buta teknologi yaitu saat seseorang tidak mampu membuka diri dan berbaur dengan era modern saat ini. dimana komunikasi dimudahkan dengan teknologi dan berbagai aktivitas yang sangat terbantu dengan teknologi. Kedua, buta huruf jika tidak mampu berkomunikasi dengan baik kepada orang lain. Artinya seseorang harus memahami bahasa asing sehingga dimanapun ia berada dan bersama siapapun ia tetap bisa berkomunikasi. Ketiga, buta entrepreneurship apa bila seseorang memiliki banyak ilmu, banyak skill tetapi masih belum mampu memberikan perubahan apa lagi belum mampu membantu dalam menciptakan lapangan kerja”, kata Prof Jasruddin.

Hal tersebut juga didukung dengan semangat yang diberikan Ketua BPH Yayasan Aksa Mahmud, Cahyo Winarto. “Passion itu ibarat lentera jiwa. Apa bila lentera jiwa menyatu dengan vission (tujuan) maka mimpi pasti akan terwujud. Para lulusan mulai sekarang jika sudah beranjak pergi dari Unibos maka jangan lupa almamater. Karena kesuksesan lulusan kelak adalah hasil jerih payah para pengajar saat ini”, katanya mewakili Ketua Yayasan Aksa Mahmud.

Rektor Unibos pun memberi arahan para lulusan untuk tetap meningkatkan kualitas diri.

“Kedepan ulusan semoga terus mampu dapat berkarya, berjaya dibidang yang digeluti masing-masing dan membantu Unibos mewujudkan pilar universitas. Ucapan terima kasih juga kasi hanturkan kepada para orang tua yang mempercayakan anaknya untuk dibimbing di Unibos. kami tetap berusaha mengupayakan mahasiswa yang masuk dengan baik akan keluar dengan baik pula, karena kami ingin Unibos menjadi kampus yang hebat, yang sehat, kampus percontohan dengan berbagai perkembangannya. Dan ini pun telah diakui dengan didudukinya peringkat 108 menurut link pemeringkatan Kemenristek Dikti, artinya Unibos memiliki kemajuan yang signifikan”, kata Rektor Unibos.

Wisuda sekaligus peringatan Dies Natalis Unibos ke 32 ini dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding Unibos dan beberapa instansi luar. Termasuk dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel, Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar, BKSP Sulsel, SDC Makassar, Politeknik ATI Makassar, BLK Makassar, IMA Chapter Makassar. Pelaksanaan MoU ini dilakukan sebagai penunjang Tri Dharma Peguruan Tinggi.