Jalani Pemeriksaan Selama 20 jam, Bupati Bekasi Resmi Jadi Tahanan KPK

Editor : M N Ubay
KPK (foto: int)
KPK (foto: int)

Online24, Jakarta – Setelah hampir 20 jam menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Jakarta, Bupati Bekasi Neneng Hasanah resmi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Neneng keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 19.45 WIB, Selasa (16/10/2018).

“Ditahan di Rutan KPK selama 20 hari pertama,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Sebelumnya, Neneng telah ditetapkan sebagai salah satu tersangka suap terkait pengurusan perizinan proyek pembangunan Central Business District (CBD) Meikarta, di Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Tak hanya Neneng, KPK juga menetapkan beberapa tersangka dalam kasus tersebut. Mereka adalah, pegawai Lippo Group Henry Jasmen, dua konsultan Lippo Group yaitu Taryudi dan Fitra Djaja Purnama.

Kemudian Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Jamaludin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi Sahat M Nohor, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Bekasi Kabupaten Dewi Tisnawati, serta Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi Neneng Rahmi.

Neneng selaku bupati dan para kepala dinas di Pemkab Bekasi diduga dijanjikan uang Rp 13 miliar oleh pengembang Lippo Group. Hingga saat ini, menurut KPK, baru terjadi penyerahan uang sebesar Rp 7 miliar.