Pertina Sulsel Gandeng Kemenpora Akan Gelar Penataran dan Pelatihan Nasional Wasit Hakim dan Pelatih

Editor : Aris Munandar

Online24, Makassar – Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pengprov Pertina) Sulawesi Selatan (Sulsel) bekerja sama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan menggelar penataran dan pelatihan tingkat dasar bagi para wasit hakim dan pelatih tinju selama tiga hari, Jumat-Minggu (19-21/10/2018)

Penataran wasit hakim dan pelatihan bagi pelatih ini akan dibuka langsung oleh Deputi IV bidangi Olahraga dan Prestasi Kemenpora, Prof DR Mulyadi M.Pd, Jumat (19/10/2018) di Hotel Kenari Tower, Makassar.

Ketua Pengprov Pertina Sulsel, Adi Rasyid Ali sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Kemenpora yang sangat peduli terhadap upaya meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi wasit-hakim dan pelatih tinju di Sulsel.

‘’Ini patut kita apresiasi. Apalagi ini untuk pertama kalinya dilaksanakan secara nasional dan Pengprov Pertina Sulsel dipercaya menjadi tuan rumah,” kata ARA, sapaannya.

Menurut ARA yang juga Wakil Ketua DPRD kota Makassar ini, program Kemenpora dalam rangka peningkatan SDM bagi wasit hakim dan pelatih tinju ini sejalan dengan program Pengprov Pertina Sulsel.

‘’Ini juga menjadi salah satu bagian dari program kerja Pertina Sulsel. Apalagi jujur saja, Sulsel masih kekurangan wasit hakim dan pelatih tinju. Nah kebetulan program Pertina Sulsel sejalan dengan program Kemenpora guna meningkatkan SDM perangkat pertandingan dan pelatih. Ini tentu sangat kami respon dengan baik,” timpal DR Joni Muis M.Pd, Ketua Harian Pengprov Pertina Sulsel, Kamis (18/10/2018).

Hal senda dikatakan mantan Ketua Pengurus Pusat Pertina Reza Ali. Menurut mantan anggota DPR RI dari Partai Demokrat ini, peningkatan SDM wasit hakim dan pelatih harus terus dilakukan.

‘’Pertina tidak akan mungkin banyak melahirkan petinju hebat kalau kekurangan wasit hakim dan pelatih yang berkualitas dan tidak ditunjang dengan SDM yang baik,” tegas kakak kandung ARA, ini.

Pelatihan dan penataran wasit, hakim dan pelatih tinju nasional ini menurut Joni Muis, akan diikuti 100 peserta dari berbagai provinsi di tanah air.

“Persyaratannya tidak sulit. Juga tidak dipungut biaya. Penataran dan pelatihan ini dikhususkan bagi mereka yang sudah lama melatih, tapi belum berlisensi. Para peserta naninya akan berlisensi agar diakui oleh Pertina,” jelas Joni.

Hingga Rabu (18/10/2018) sudah ada sekitar 90-an peserta yang mendaftar. Mereka berasal dari berbagai provinsi di tanah air, khususnya dari daerah di Indonesia Timur. Diantaranya Sulsel, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Papua dan Papua Barat.

Joni menjelaskan, selain penataran pelatih, agenda ini juga dirangkaikan dengan pelatihan wasit hakim yang dikhususkan bagi calon perangkat pertandingan di Sulsel.