Polda Selidiki Indikasi Korupsi Proyek Bedah Rumah di Sulsel

Editor : M N Ubay
Ilustrasi
Ilustrasi

Online24, Makassar – Proyek bedah rumah di Sulsel tahun anggaran 2017-2018 senilai Rp 96 miliar kini tengah diusut oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel. Hal ini karena diduga ada penyimpanan yang terjadi dalam proyek tersebut.

Terdapat indikasi dugaannya ada kongkalikong dalam pembelian bahan, di salah satu toko bahan bangunan yang menjadi penyedia pasokan barang untuk proyek bedah rumah tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel, Kombes Yudhiawan mengatakan, penyelidikan tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat. Yang mwnyebutkan bahwa ada dugaan tindak pidana korupsi terkait, harga satuan bahan bangunan yang kemahalan

Dimana kemahalan harga itu terjadi pada Bantuan stimulan swadaya perumahan 2017-2018 dan dugaan SPPD fiktif oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) rumah swadaya tersebut.

Dalam kasus tersebut, pihak Polda Sulsel telah menerima enam orang saksi. Yakni PPKnya, tiga orang tenaga fasilitator lapangan dan dua orang tim ahli.

“Rencana kita akan periksa rekanan penyedia bahan bangunan, Tim Fasilitator Lapangan (TFL) dan koordinator fasilitator lapangannya, ” ujar Yudhiawan.

Diketahui, tahun 2018 ini, ada 6.400 unit rumah di 15 kabupaten/kota di Sulsel yang keciprat dana bantuan bedah rumah. Dana yang digelontorkan sebesar Rp 96 miliar.

Informasi yang dihimpun di Kabupaten Takalar, ada sekitar 487 rumah yang keciprat bantuan bedah rumah. Satu rumah rata-rata menerima bantuan Rp15 juta untuk dana perbaikan