Kasus Lampu Jalan Polman, Kejati Tunggu Hasil Audit

Editor : M N Ubay
Kejati Sulsel
Kejati Sulsel

Online24, Makassar – Kejati Sulsel tengah mengusut kasus dugaan kurupsi pengadaan lampu jalan di Kabupaten Polman. Dalam kasus ini, penyidik Kejati Sulsel telah menetapkan dua orang tersangka yakni Kabid BPMPD (Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa) A Baharuddin Patajangi dan Haeruddin selaku rekanan.

Ditanya terkait kelanjutan kasus ini, Kasipenkum Kejati, Salahuddin, mengatakan bahwa saat pihaknya masih menunggu hasil audit jumlah kerugian negara.

“Perkembangan kasus ini, penyidik masih menunggu hasil audit perhitungan kerugian negaranya,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Salahuddin, Rabu (24/10/2018).

“Kalau sudah ada hasil perhitungannya, tentu saja itu akan dijadikan dasar nilai kerugian negara dalam kasus ini,” pungkasnya.

Sayangnya Salahuddin masih enggan menyebut auditor mana yang digandeng oleh Kejati.

Diketahui, dalam tahun 2016 Pemerintah Kabupaten Polman, melalui dana ADD mengucurkan anggaran Rp4.610.074.000. Untuk pengadaan lampu jalan tenaga surya, melalui Sekertariat Daerah (Setda) Pemkab Polmandan rekanannya yakni dari CV Zamzam.

Tahun 2016 Pemkab Polman, melalui Dinas Kesehatan menganggarkan kembali proyek tersebut sebesar Rp 889.020.000 dan rekanannya yakni CV Barman.

Serta melalui Setda Pemkab Polman sebesar Rp 7.059.250.000 dan rekanannya yakni dari PT Alif Pratama, juga CV Binanga dengan anggaran sebesar Rp 16.920.000.000, untuk pengadaan lampu jalan di 144 Desa.

Sedangkan tahun 2017 melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemkab Polmankembali lagi mengadakan proyek lampu jalan tersebut sebesar Rp188.00.000.

Kemudian, melalui Setda Pemkab sebesar Rp8.941.680.000 yang dikerjakan oleh PT Alif Pratama dan CV Binanga sebesar Rp13.536.000.000.