PSM Baik-baik Saja Meski Striker Utamanya Masih Kurang Tajam?

Editor : Aris Munandar
Penyerang PSM, Alessandro Ferreira Leonardo melewati hadangan kiper Sultan Jaya. (adam/Online24)
Penyerang PSM, Alessandro Ferreira Leonardo melewati hadangan kiper Sultan Jaya. (adam/Online24)

Online24, Makassar – Kehadiran striker utama sempat disebut jadi masalah genting PSM pada putaran pertama Liga 1 2018. Namun menuju paruh musim, tim Juku Eja sepertinya baik-baik saja meski striker utamanya masih kurang tajam.

Kehadiran Bruce Djite yang direkrut pada awal musim tak kunjung jadi jawaban. Alasan cedera, baru pulih, butuh adaptasi, pergerakan lambat, hingga terakhir kembali dibekap cedera membuatnya didepak manajemen PSM. Ia tak mampu mencetak sebiji gol pun hingga paruh musim.

Selanjutnya, dengan keterbatasan dana dan atas rekomendasi pelatih Robert Rene Abberts manajemen kemudian mendaratkan Alessandro Ferreira Leonardo. Striker timnas Hong Kong itu diharapkan jadi jawaban atas kurang tajamnya barisan penyerang PSM pada putaran pertama.

Hanya saja, Sandro sapaannya juga tampil jauh dari harapan. Ia baru mencetak satu gol dari 7 laga yang sudah dilaluinya. Atau selama 376 menit di lapangan, dimana ia belum pernah tampil penuh. 3 kali jadi starter dan 4 kali jadi pemain pengganti.

Beruntung satu golnya itu jadi penentu kemenangan PSM di kandang Borneo FC. Kemenangan itu juga lantas mengantarkan tim Juku Eja ke puncak klasemen pekan 26. Menggeser Persib yang menguasainya beberapa pekan.

“Sebagai seorang striker saya apresiasi dia bisa cetak gol. Walaupun harusnya ada dua gol yang harus di cetak,” kata CEO PSM, Munafri Arifuddin usai laga itu. “Saya lihat ada progres dan dia mau memperbaiki diri layak memperkuat PSM. Dan dia juga membawa nama besar timnas Hong Kong. Saya harap ini bukan gol pertama bagi dia, ini jadi pembuka kran gol-golnya ke depan.”

Memasuki pekan 27 saat duel sengit perebutan puncak klasemen kontra Persib, PSM kembali mengandalkan jasanya. Sayang satu peluang emas ia lewatkan di penghujung babak pertama. Alhasil Sandro kembali ditarik keluar pada menit 71 dan digantikan Saldi.

Ketidakhadiran striker utama yang benar-benar bisa jadi mesin gol bagi PSM sendiri pada putaran kedua sepertinya tak jadi masalah. Pasalnya, trio penyerang lainnya yang banyak beroperasi dari sayap kembali menemukan ketajamannya. Mereka yakni Ferdinand Sinaga (7 gol), Guy Junior (8 gol), dan M Rahmat (6 gol).

Bukan hanya ketajaman ketiganya. Kembalinya performa pemain kunci PSM, Wiljan Pluim ke performa terbaiknya jadi faktor penting lainnya. Alhasil PSM mampu merebut 6 kemenangan beruntun dan kini kukuh di puncak dengan 50 poin.

Tapi kompetisi masih menyisakan 7 pekan. Artinya masih ada 21 poin yang bisa diperebutkan. Pelatih Persib, Mario Gomez pun menegaskan belum menyerah. “PSM memang kandidat juara. Tapi liga masih panjang. Masih ada 7 laga di kali 3 poin artinya ada 21 poin yang bisa diperebutkan,” kata Gomez usai ditumbangkan PSM.

Belum lagi ancaman dari Persija. Klub berjuluk Macan Kemayoran ini perlahan tapi pasti memberikan ancaman kepada PSM di puncak. Kemenangan yang diraih usai mempecundangi Persipura 2-1 di kandangnya sendiri, mengantarkan mereka kini menyamai raihan Persib, 50 poin. Dan jangan lupa Persija juga masih menyimpan satu laga tunda kontra Persela.

Ketajaman tentu dibutuhkan PSM dari Sandro sebagai striker utama. Apalagi ketika ia kembali dipercaya turun dari menit awal pada 7 laga tersisa Pasukan Ramang. Melihat persaingan menuju akhir musim memperebutkan gelar juara Liga 1 2018 semakin sengit.