Selebrasi 20 Tahun KOMNAS Perlindungan (1998-2018)

Editor : Muh. Idris

Online24,Pasar Rebo, – Merajalelanya tayangan pornografi dan porno aksi yang
muda diakses anak-anak melalui media sosial telah mendorong anak terlibat dalam berbagai bentuk kejahatan seksual baik yang dilakukan secara sendiri-sendiri atau bergerombol.

Hal itu disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak di markas Komnas Anak di Pasar Rebo Jakarta Timur,Sabtu (27/10).

Fenomena geng motor begal di berbagai tempat yang melibatkan anak-anak juga menjadi keprihatinan tersendiri. Ada banyak anak-anak harus berhadapan dengan hukum untuk kasus begal bahkan ada pula anak yang terpaksa ditembak mati oleh petugas, tambah Arist menanggapi pertanyaan salah seorang peserta Diskusi Merajut Toleransi dan Perdamaian, Menuju Anak Indonesia Hebat dan berbhineka yang diselenggarakan di Media Center Komnas Anak.

Dhanang Sasongko Sekjen Komnas Perlindungan Anak lebih jauh menjelaskan, bahwa fenomena anak mengkonsumsi zat adiktif berupa lem aibon dan zat-zat adiktif lainnya yang dapat memabukkan serta merangsang otak anak, sangat muda diperoleh juga telah menjadi ancaman bagi anak-anak. Bagai narkoba sudah menggejalah di Indonesia.

Berbagai permasalahan anak Indonesia yang diuraikan diatas merefleksikan kembali 20 tahun keterlibatan Komisi Nasional Perlindungan Anak dalam berbagai permasalahan anak di Indonesia yang diakui banyak hambatan dan tantangan baik dari kalangan internal dan eksternal.

Untuk itulah, diperlukan refleksi ulang terhadap visi dan misi gerakan Komnas Perlindungan Anak guna mengusung tema pokok merajut kembali toleransi dan perdamaian menuju anak Indonesia hebat dan berbhineka sehingga dapat menemukan nafas baru bagi gerakan melawan pelanggaran-pelanggaran hak anak di Indonesia.