Pengamat, pesawat baru tetapi ada masalah untuk evaluasi perbaikan sistem

Editor : AS
Lion Air jenis Max 737 saat baru tiba di tanah air. Foto : internet
Lion Air jenis Max 737 saat baru tiba di tanah air. Foto : internet

Online24, Jakarta – Kesulitan tim Basarnas menemukan posisi badan pesawat di dasar perairan Karawang karena tim basarnas belum mendapat signal dari Emergency  Locator Transmitter atau ELT. Seharunya ELT ini harus tetap menyala jika kondisi pesawat dalam keadaan darurat. 

Namun demikian pengamat penerbangan Alvin Lie menilai bahwa kecil kemungkinan ELT mengalami kerusakan sebab posisi ELT sama dengan posisi Black Box “kemungkinan sangat kecil. Karena ELT posisi seperti black box. Posisinya sangat aman. Kecuali jika sistem pengisian kelistrikan tidak berjalan normal” ujar Alvin. 

Sebenarnya jenis pesawat JT 610 terbilang pesawat masih sangat baru yang dibeli oleh maskapai lion air ke perusahaan Boeing. Pihak Lion mulai memperkenalkan pesawat ini pada tahun 2017 setelah melakukan pemesanan beberapa tahun sebelumnya. Jenis pesawat Boeing 737 Max ini digemari oleh banyak maskapai di dunia karena memiliki jenis mesin yang lebih kuat dibanding generasi sebelumnya. Selain itu jenis pesawat tersebut lebih irit. 

Akan tetapi lanjut Alvin, meskipun pesawat tersebut baru namun bukan berarti tidak menghadapi kendala walaupun sudah dilakukan simulasi. Menurutnya karena ini adalah pesawat yang tetap dibuat oleh manusia maka segala sesuatu ada permasalahan. Ia mencontohkan pesawat Boeing jenis 777 pada awal diterbangkan oleh sejumlah maskapai di dunia mengalami beberapa permasalahan. “Dari awal tahun beroperasi memang akan ditemukan seperti itu. Perbaikan sistem sehingga terus akan diperbaiki jika ada masalah. Kemudian akan disempurnakan” kata Alvin Lie. 

Pesawat Lion dengan nomor penerangan JT 610 jatuh dan tenggelam di perairan Karawang Jawa Barat, Senin 29 Oktober 2018. Hingga saat ini pihak petugas belum mendapat signal posisi badan pesawat yang nas tersebut.