Baru Soft Launching, Makassar New Port Langsung Direct Call ke Amerika dan Eropa

Editor : Asri Muhammad

Online24, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, melakukan soft launching salah satu proyek strategis nasional yaitu Makassar New Port tahap I paket A senilai Rp 2,51 triliun, Jumat (2/11/2018).

Nurdin berharap hadirnya Makassar New Port ini, tidak ada lagi hambatan terkait ekspor ke luar negeri.

“Insya Allah dengan adanya ini (Makassar New Port) akan ada peningkatan ekspor,” ujar Nurdin Abdullah.

Didampingi Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto dan Direktur Utama PT Pelindo IV (Persero) Farid Padang, juga secara simbolis melakukan direct call perdana menuju Amerika dan Eropa.

“Ini adalah direct call perdana dari Makassar langsung ke Eropa dan Amerika. Sebelumnya, ekspor langsung ke dua benua tersebut harus melalui Surabaya dan Jakarta,” ujar Farid.

Dia menyebutkan, dalam direct call tersebut pihaknya melepas 11 kontainer berisi komoditas Rumput Laut, Kayu Olahan dan Biji Kopi untuk dikirim langsung ke Eropa dan Amerika dengan negara tujuan yaitu Spanyol, Perancis, Belanda dan Amerika Serikat.

“Sebanyak 11 kontainer komoditas asal Sulsel yang dikirim langsung dari Makassar pada hari ini hanya untuk tahap awal. Kedepan, tentunya jumlah tersebut akan terus ditingkatkan. Apalagi, kapasitas terpasang MNP cukup besar. Untuk Tahap I Paket A saja bisa mencapai 500.000 TEUs,” jelas Farid.

Farid menambahkan, proyek pembangunan Makassar New Port ini dibagi dalam tiga tahap, yaitu Tahap I, II dan III. Untuk Tahap I, proses pembangunannya dibagi lagi per Paket, yaitu Paket A, B, C dan D.

Dia menyebutkan, dengan total lahan seluas 1.428 hektare untuk pembangunan MNP Tahap I, II dan III, pihaknya menargetkan proyek yang 100% merupakan karya anak bangsa ini bakal menelan total investasi sebesar Rp89,57 triliun.

Farid merinci, selain Paket I A yang sudah diresmikan pada hari ini [Jumat], pihaknya masih terus melakukan pengerjaan untuk Paket I B yang menghabiskan anggaran total sebesar Rp1,66 triliun (2018 – 2020), Paket I C dengan besaran biaya Rp2,69 triliun (2020 – 2022) dan Paket I D dengan total investasi sebesar Rp6,14 triliun yang dibangun sejak 2015 hingga 2022 nanti.

Sementara untuk pembangunan MNP Tahap II yang pembangunannya bakal dimulai pada 2022 hingga 2025, pihaknya menargetkan investasi yang bakal diserap sebesar Rp10,01 triliun. “Dan untuk pembangunan MNP Tahap III atau tahap terakhir, akan dibangun juga pada 2022 hingga 2025 dengan besaran investasi senilai Rp66,56 triliun.”

Dia menyebutkan, hingga 2025 nanti MNP akan memiliki dermaga total sepanjang 9.923 meter, dengan total kapasitas terpasang nanti sebesar 17,5 juta TEUs per tahun.

Adapun dermaga yang diresmikan pada hari ini [Jumat], memiliki panjang 320 meter dengan kapasitas terpasang 500.000 TEUs. Pada Tahap I B, dermaga yang terbangun nanti memiliki panjang 330 meter dengan daya tampung 1 juta TEUs. Tahap I C, dermaga yang dibangun sepanjang 350 meter dengan kapasitas terpasang 1 juta TEUs dan Tahap I D, dermaga yang akan dibangun memiliki panjang 1.043 meter.

Sedangkan pada pembangunan MNP Tahap II, Pelindo IV akan membangun dermaga dengan panjang 3.380 meter dan memiliki daya tampung 5 juta TEUs. “Di Tahap III atau tahap terakhir nanti, dermaga yang dibangun akan memiliki panjang 4.500 meter dengan kapasitas terpasang 10 juta TEUs,” kata Farid.