Percepat Penanggulangan Kemiskinan, Bapelitbangda Gelar Rakor TKPKD

Editor : M N Ubay

Online24, Malili – Meski angka kemiskinan untuk Kabupaten Luwu Timur berada diposisi terendah se-Luwu Raya dan terendah ke-5 di Sulawesi Selatan menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan, namun pengentasan kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.

Sejumlah program dari berbagai satuan kerja disinergiskan untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan yang tahun 2017 mencapai 7,7% atau sekitar 21.900 jiwa. Seperti yang dilakukan oleh Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Luwu Timur yang menggelar acara Rakor TKPKD di Gedung Wanita Simpurusiang, Malili,  Jumat (02/11/2018).

Rakor TKPKD yang digelar Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan Daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Luwu Timur dibuka Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler dan dihadiri Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, Kepala Bapelitbangda, HM. Abrinsyah, serta narasumber yang akan memaparkan program dan langkah yang telah mereka lakukan dalam rangka penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Luwu Timur.

Dalam sambutannya, Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler mengatakan, rapat koordinasi TKPKD ini merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk mempercepat pengentasan kemiskinan.

“Program penanggulangan kemiskinan merupakan kegiatan yang dilakukan Pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin melalui adanya bantuan sosial pemberdayaan masyarakat serta pemberdayaan usaha ekonomi mikro kecil, serta program lain untuk meningkatkkan ekonomi,” ujar Bupati.

Husler menerangkan bahwa penanggulangan kemiskinan merupakan agenda pokok pembangunan Kabupaten Luwu Timur di tahun 2019. Selain itu, dijelaskan juga tujuan dari rapat koordinasi TKPKD antara lain untuk menghimpun berbagai masukan atas evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan penanggulangan kemiskinan tahun 2018, untuk mendapatkan bahan dan masukan dalam rangka efektifitas pelaksanaan penanggulangan kemiskinan Kabupaten Luwu Timur Tahun Anggaran 2018.

“Ada 41 program dan 100 kegiatan yang tersebar di 15 SKPD yang merupakan program/kegiatan yang mendukung penanggulangan kemiskinan ditahun 2018 dengan menggunakan APBD sebanyak Rp. 185,6 Miliyar dan APBN Rp. 22,7 Miliyar,” ujar Bupati.

Sementara itu, Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam selaku ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Luwu Timur dalam arahannnya menyampikan bahwa, salah satu fungsi tim koordinasi adalah mengendalikan kegiatan pemantauan pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan oleh OPD terkait. Pemantauan yang dilakukan OPD terkait diharapkan dapat diperoleh secara berkala informasi tentang kinerja realisasi pencapaian target.

Olehnya itu, Wabup meminta kepada seluruh TKPK agar memanfaatkan Basis Data Terpadu (BDT) untuk semua program penanganan kemiskinan sebagai acuan dalam merancang program dan sasaran penanggulangan kemiskinan, serta mengatasi berbagai kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program, sehingga kemiskinan dapat diturunkan secara signifikan.

Irwan menerangkan program penanggulangan kemiskinan telah dilaksanakan dengan baik, antara lain BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan, program bantuan siswa dan mahasiswa miskin, program keluarga harapan, Program Ranstra/BPNT, pemberdayaan sosial ekonomi dan prigram perbaikan rumah tidak layak.

Selanjutnya, dipenghujung arahannya, Wabup meminta kepada seluruh TKPK dan peserta rapat untuk berkoordinasi lebih baik secara berkesinambungan dalam rangka mengoptimalkan tugas dan fungsi TKPK Luwu Timur dalam memantapkan sasaran program penanggulangan kemiskinan. Selain itu, diminta juga untuk melakukan pengamatan kepada penduduk miskin yang sudah menerima bantuan agar penggunaannya tepat guna, sehingga kedepannya tidak lagi kembali menjadi penduduk miskin.

Acara yang berlangsung sehari ini juga dihadiri oleh Kepala BPS Luwu Timur, Abdul Halim, perwakilan dari seluruh SKPD yang bermitra dengan program penanggulangan kemiskinan, dunia usaha dan pemangku kepentinganan lainnya, Fasilitator PNPM Mandiri Pedesaan, Pendamping Program Keluarga harapan (PKH), Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan dan LSM yang mempunyai kepedulian akan penangulangan kemiskinan serta beberapa Kecamatan yang terdapat lokasi dan alokasi program penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Luwu Timur.