NA Ajak Perbankan Berpartisipasi Percepat Pembangunan di Sulsel

Editor : Asri Muhammad

Online24, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (NA) melakukan kunjungan kerja ke Kantor BNI Makassar di Jalan Jendral Sudirman, Makassar, Kamis (15/11). NA bertemu dengan para jajaran pimpinan BNI. Mereka membahas peranan bank pada perekonomian.

“Bagaimana ekonomi ini bisa begerak dengan bank berperan kuat. Kita bahas tentu petani-petani kita yang masih bergantung pada rentenir. Sementara kan ada perbankan,” kata Nurdin Abdullah.

Lanjutnya, juga mendiskusikan partisipasi perbankan terhadap percepatan pembangunan. “BNI sudah menyampaikan terkait pembiayaannya di beberapa hal dengan bunga yang cukup rendah,” sebut NA.

Terkait kerjasama dengan pemerintah, pemerintah juga akan menyimpan anggaran di BNI.

“Disimpan ke BNI, supaya nanti ada balance-lah, BNI sudah memberikan kontribusi terhadap pengembangan usaha. Tentu kita juga. Uang kita kan cukup besar, makanya akan kita bagi ke beberapa bank termasuk BNI,” sebut NA.

NA belum menjelaskan secara rinci berapa besaran yang akan disimpan, namun yang pasti anggaran tersebut disimpan di bank-bank yang memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan usaha.

Gubernur juga memberikan tanggapan terkait penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Ia menyampaikan dana tersebut siap di bank-bank, namun menekankan agar digunakan untuk usaha-usaha produktif dan bukan pada barang konsumtif.

Sementara itu, Pimpinan BNI Kantor Wilayah (Kanwil) Makassar, Edy Awaluddin menyebutkan beberapa hal yang sudah kita lakukan di pihaknya Sulsel.

“Kita kebetulan areanya bukan Sulsel saja, Sulbar, (Sulawesi) Tenggara dan Ambon. Kalo khusus Sulsel saya cerita mengenai LDR kita. Mulai dari kredit kecil, kredit besar dan komersial,” sebutnya.

Total nya dari pinjaman yang sudah kita disalurkan di Sulsel itu mencapai Rp16 triliun. Dibandingkan dengan dana yang ada itu sekitar Rp10 triliun.

“LDR itu mencapai 154 persen. Di situ sektoral cukup banyak. Salah satu sektor kita bahasa yaitu sektor produktif. Misalnya sektor pertanian perikanan, perkebunan, dan industri kecil,” jelasnya.

Ia menambahkan, sektor yang sudah biayai hingga saat ini untuk sektor produktif sudah sampai 30 persen dari KUR. Untuk penyaluran KUR tahun ini, pihaknya menargetkan Rp770 miliar. Saat ini baru tercapai Rp650 miliar. 30 persennya di sektor produktif yang berarti sekitar hampir Rp220 miliar.

Pihaknya juga merencanakan akan launching kartu tani. “Kita sudah melakukan pendekatan dengan dinas pertanian. Baik di provinsi maupun di daerah di Sulsel,” jelasnya.

Tujuannya, BNI ingin berkiprah terkait masalah pemberian fasilitas pertanian untuk rakyat dengan bekerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah.
Kartu tani ini akan berfungsi untuk fasilitas terkait dengan bantuan. Seperti pupuk dan bibit pertanian untuk membantu petani berkembang dengan baik.