5 Tuntutan ILawNet Terkait Kasus Baiq Nuril

Editor : Muh. Idris

Online24,Jakarta – Baiq Nuril korban pelecehan seksual divonis oleh Hakim Mahkamah Agung pidana penjara selama 6 (enam) bulan dan pidana denda sejumlah Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila pidana denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 (tiga) bulan karena terbukti melanggar Pasal 27 ayat 1 UU ITE.
Atas vonis tersebut, mereka yang tergabung dalam Internet Lawyer Network (ILawNet). Menilai Mahkamah Agung dalam mengambil keputusan tidak memahami duduk perkara secara utuh.

Sebagaimana rilis yang dikirim Asep Komarudin SH, Penasehat Hukum Nuril. Dikatakan bahwa Mahkamah Agung dalam memeriksa perkara ini juga dianggap tidak memperhatikan ketentuan dalam Peraturan Mahkamah Agung Nomor 03 Tahun 2017 tentang Pedoman Mengadili Perkara Perempuan khususnya pada Pasal 2 mengenai Asas dan Tujuan.

Putusan MA tersebut semakin meyakinkan bahwa memang terdapat persoalan mendasar di dalam UU ITE, baik itu Pasal 27 ayat 1 maupun pada pasal-pasal lain yang sering digunakan untuk membungkam ekspresi di dunia maya.

Sehingga dinilai tidak menutup kemungkinan kasus-kasus serupa akan terus terjadi jika Pemerintah dan DPR tidak segera melakukan revisi terhadap ketentuan pasal karet dalam UU ITE.

Atas hal tersebut, ILawNet mendesak agar Pemerintah dan DPR segera melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan UU ITE dan melakukan revisi UU ITE.

Juga meminta Presiden Joko Widodo untuk segera memberikan Amnesti kepada Baiq Nuril dengan melalui pertimbangan DPR.