Uraian hukum tentang konsumen yang berhak dapat pengurangan tagihan jika listrik padam

Editor : AS
Sulaiman Syamsuddin
Sulaiman Syamsuddin

Online24,Makassar- Black out atau padamnya listrik di seluruh wilayah Sulawesi Selatan menimbulkan keresahan  di tengah tengah  masyarakat sejak malam tadi. Akibat padam nya listrik yang secara tiba tiba tersebut menyebabkan aktivitas di daerah ini lumpuh.  Pengamat hukum Sulaiman Syamsuddin menilai, dari sisi hukum konsumen berhak mendapat kompensasi atasi kejadian ini sebab telah diatur melalui Undang Undang nomor 30 tahun  2009 tentang ketenagalistrikan pada pasal 29 point 1e. “Konsumen berhak mendapatkan ganti rugi apabila terjadi pemadaman yang diakibatkan kesalahan dan atau kelalaian pengoperasian oleh pemegang izin usaha penyedia tenaga listrik sesuai syarat yang diatur dalam perjanjian jual beli tenaga listrik” kata Sulaiman yang juga berlatar belakang pengacara ini. 

Listrik padam terjadi sejak Kamis 15 November 2018, dimulai sekitar pukul 15.21 wita. Warga di berbagai daerah mengeluhkan atas padamnya listrik tersebut. Tak berapa lama kemudian pihak PLN meminta maaf atas padamnya listrik di Sulawesi Selatan. Selain meminta maaf melalui media, PLN wilayah Sulselselrabar juga mengirim kan selebaran permintaan maaf melalui media sosial. Humas PLN UIW Sulselrabar meminta kepada masyarakat berdoa agar upaya yang dilakukan oleh pihak PLN untuk memulihkan listrik dapat teratasi. 

Namun sering waktu dan larut nya malam, Sulsel masih tetap gelap gulita.  Barulah sekitar pukul 03.00 dinihari, Makassar mulai terang di beberapa kawasan. Namun kembali listrik padam padai Jumat 16 Novemevr 2018 sekitar pukul 10.00 wita. Sulaiman bahkan mengimbau kepada Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) melakuakn action atas terjadinya pemadaman listrik yang terjadi di Sulawesi Selatan ini. Ia meminta kepada masyarakat agar bersikap atas terjadinya pemadaman ini yang menyebabkan kelumpuhan ekonomi terjadi di beberapa sektor. “Kerugian pasti terjadi terutama dialami oleh pelaku usaha. Karena umumnya dunia usaha menggantikan usahanya melalui listrik” jelasnya. 

Dalam aturan hukum lanjut Sule, negara telah mengatur melalui Peraturan Presiden Nomor 8 tahun 2011 tentang tarif tenaga listrik yang menyatakan bahwa PLN wajib memberikan pengurangan tagihan listrik kepada konsumen yang mengalami kerugian akibat tingkat mutu pelayanan yang tidak terpenuhi.  Termasuk Permen ESDM pasal 5 mengatur soal denda yang harus dilakukan oleh pihak PLN kepada pelanggan yang menderita kerugian akibat gangguan listrik. “Besaran yang harus dikurangi PLN adalah 20 persen dari biaya pelanggan” tegas Sule. 

General Manager PLN unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi Purnomo Iskak melalui siaran pers nya mengungkapkan bahwa telah terjadi pemadaman total alias Black Out di sistem Sulawesi Bagian Selatan dan bagian Tengah. Ia meminta maaf dan berjanji akan menormalkan pasca Jumat hari ini. “Saat ini sistem kelistrikan Sulbagsel sudah normal 60 persen dan kami memohon doa agar malam ini sistem kelistrikan sulbagsel sudah pulih kembali” ujar Purnomo.