Anggaran 840 Milyar Itu Bukan Duit Kecil, Bisa Mengangkat Lebih Dari 20.000 Guru PNS Baru

Editor : Muh. Idris
Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI Pusat), Muhammad Ramli Rahim.
Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI Pusat), Muhammad Ramli Rahim.

Online24, Jakarta – Ikatan Guru Indonesia (IGI) sudah buat hitungan dengan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) saat masih dibawah Plt Dirjen GTK, Hamid Muhammad, IGI hanya butuh Rp. 3,6 Milyar untuk melatih 100.000 guru se-Indonesia sebagai stimulan dan itu bisa berefek ke 3 jt guru dalam 2-3 tahun ke depan, tapi mereka ngotot dengan cara mereka dan ini bukan hanya akan membuat program ini gagal tetapi malah akan merusak mental guru dalam menangani dana.

Padahal baru saja Pengadaan Fisik Bangunan diambil alih Kementerian Pekerjaan Umum Dan Pemukiman Rakyat (PUPR), ini malah ditempuh lagi cara lama formulasi baru yang sudah terbukti gagal dalam upaya peningkatan kompetensi guru Indonesia.

Kemendikbud mestinya mengecek langsung bukan sekedar menerima laporan, berapa banyak progrqm Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) yang hidup dan beraktifitas maksimal, paling juga MGMP yang ditangani teman-teman IGI, selebihnya betul kata Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), meski tak semuanya tetapi MGMP “Makan Guyon Minum Pulang” adalah kepanjangan yang cocok buat banyak MGMP, meskipun tentu saja tak semuanya seperti itu hanya mayoritas.

Sebaiknya Kemendikbud membuat Survei kondisi siswa sebelum program ini jalan dan kembali melakukan survei akhir setelah program ini tuntas, sejauh mana pengaruh Rp.840 milyar ini terhadap peningkatan kualitas anak didik, bukan sekedar menerima laporan pelaksanaan kegiatan saja.

Mari berjuang bersama untuk Kualitas Pendidikan yang lebih baik.

Muhammad Ramli Rahim
Ketua Umum Pengurus Pusat
Ikatan Guru Indonesia