Kala Mata Hilman Syah Berkaca-kaca Usai Laga PSM vs Bali United

Editor : Aris Munandar
Kiper PSM, Hilman Syah. (Adam/online24)
Kiper PSM, Hilman Syah. (Adam/online24)

Online24, Makassar – Hilman Syah jadi sorotan usai laga Pekan 32 Liga 1 2018 antara PSM kontra Bali United. Berkat penampilan gemilangnya di bawah mistar gawang, tim Juku Eja mampu mencatatkan cleansheet dan menang besar 4-0.

Kepercayaan yang diberi tampil starter untuk kali pertama dalam karirnya di kompetisi resmi mampu ia bayar lunas. Hilman tampil meyakinkan menggantikan Rivky Mokodompit sebagai kiper utama PSM yang absen karena cedera.

Data dari @PSMstats mencatat ada empat penyelamatan penting yang ditorehkan pemain berusia 21 tahun ini di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Minggu (25/11/2018).

Tangkapannya ketika bola udara hasil umpan silang pemain Bali United datang begitu lengket. Termasuk berhasil memuntahkan tiga kali percobaan beruntun yang dilepaskan duo penyerang Bali United sekelas Melvin Platje dan Illja Spasojevic pada pertengahan babak kedua.

Setelah laga, Hilman tidur terlentang di lapangan. Rekan-rekannya kemudian menghampirinya memberikan pelukan selamat atas pencapaiannya. Matanya berkaca-kaca meneteskan air mata seolah tak percaya.

Ia lalu berjalan menuju ke arah tim kepelatihan PSM di pinggir lapangan. Matanya berkaca-kac memeluk Herman Kadiaman, Pelatih kiper PSM yang selama ini menempanya dalam latihan.

Ia juga mendatangi pelatih lainnya termasuk Pelatih Kepala Robert Rene Alberts. Begitupun dengan CEO PT PSM, Munafri Arifuddin yang juga dipeluknya erat-erat. Seperti membalas atas kepercayaan telah merekrutnya jadi bagian dari skuad PSM.

Terakhir, ia memberikan uplause atas dukungan suporter PSM yang memerahkan Mattoanging. Tepukannya lantas dibalas suporter dengan menyorakkan namanya, “Hilman Syah.”

Robert sendiri memberikan kredit khusus kepadanya. Ia menilai Hilman kiper bertalenta karena mampu tampil gemilang di laga genting. Kemenangan itu sendiri membuat PSM kembali memuncaki klasemen Liga 1 dengan 57 poin dan berpeluang besar meraih juara.

“Kita punya kiper yang bagus, dia (Hilman) kiper bertalenta dan kita memainkannya di waktu yang tepat. Saya sangat bahagia karena PSM punya kiper bertalenta dan dia kiper masa depan tim ini,” kata Robert usai laga.

Selain Hilman Syah, di bangku cadangan PSM masih punya kiper seperti Syaiful dan Imam Arief Fadhilah. Kedua seniornya itu tentu punya lebih banyak pengalaman tanding di laga resmi ketimbang dirinya.

Hilman tercatat baru tampil sekali bersama PSM di liga. Itupun sebagai kiper cadangan. Pemain bernomor punggung 97 ini tampil jadi pengganti Imam Arief yang dikartu merah saat menjamu Perseru Serui pada pekan 20.

Meski masih minim jam terbang, Robert punya pertimbangan tersendiri. Perkembangan Hilman dalam latihan membuatnya dinilai layak tampil starter pada laga tersebut.

“Dia layak mendapatkannya. Namun tentu saja ketika dia kebobolan kalian pasti tanya pelatihnya. Tapi kita percaya dia dari awal,” ungkap Robert.

Selain itu, kata dia, penampilan gemilang Hilman tidak lepas dari hasil tempaan Herman Kadiaman. Di mata pelatih asal Belanda itu, Herman adalah pelatih kiper terbaik di Indonesia karena selalu melahirkan kiper-kiper bertalenta sejak mulai bekerjasama di Arema pada musim 2009/2010 silam.

“Ini juga berkat pelatih kiper bagus dalam diri Herman Kadiaman. Kemanapun saya pergi, dia selalu mengembangkan kiper-kiper bagus, dia pelatih kiper terbaik di Indonesia. Harus ada pelatih yang bagus, untuk mendapatkan kiper bagus,” jelasnya.

Robert juga sempat berseloroh kepada awak media saat ditanya apa yang ia bisikkan kepada Hilman saat berpelukan di pinggir lapangan. “Jangan minum bintang malam ini,” ucap Robert tertawa mengungkap pesannya kepada Hilman.

Kendati tampil apik, Robert belum memutuskan apakah Hilman kembali jadi starter melakoni dua laga tersisa kontra Bhayangkara FC dan PSMS Medan. Ia masih menunggu perkembangan cedera Rivky.

“Nanti kita lihat. Terlalu cepat untuk memutuskan soal itu,” tandasnya.