Hadiri Rakorda, TP PKK Lutim Tampilkan Produk Andalan Luwu Timur

Editor : Muh. Idris

Online24,Makassar – Gubenur Sulawesi Selatan didampingi Wakil Gubernur Sulawesi Selatan serta Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi selatan membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan dan Tim Penggerak PKK Kabupaten/Kota Se Sulawesi Selatan tahun 2018. Pembukaan Rakor tersebut berlangsung meriah.

Kegiatan yang dihadiri kurang lebih 275 orang yang terdiri dari 59 peserta dari TP PKK Provinsi serta OPD terkait, dan 216 orang peserta dari Kabupaten/Kota yang terdiri dari Ketua TP PKK Kabupaten/Kota, Sekertaris TP PKK Kabupaten/Kota dan Ketua Pokja I,II,III dan IV TP PKK Kabupaten/Kota. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari, di mulai tanggal 30 November 2018 sampai 02 Desember 2018 di Hotel Sheraton, Four Points Makassar.

Dalam sambutannya, Gubenur Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Ir. H.M. Nurdin Abdullah selaku Ketua Pembina TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan mengatakan, kegiatan yang mengambil tema “Bersama PKK Pemerintah dan Masyarakat Kita Wujudkan Keluarga Sejahtera dan Inovatif untuk Sulawesi Selatan Jaya” ini di adakan dengan maksud untuk merumuskan kebijakan dan program kerja Pemerintah Provinsi Sulawsi Selatan demi mencapai sulawesi selatan yang maju, inovatif dan sejahtera.

“Saya berharap dengan adanya kegiatan ini, dapat terwujudnya Gerakan PKK yang berkualitas dan profesional,” kata orang nomor satu di Sulawesi Selatan ini, Sabtu (01/12/2018).

Ketua Tim penggerak PKK Kabupaten Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler yang turut hadir dalam Rakorda ini memaparkan tentang kegiatan PKK Luwu Timur selama 2018.

Selain memaparkan tentang program kerja yang berlangsung selama tahun 2018, PKK Luwu Timur juga menampilkan pameran produk yang berasal dari Luwu Timur, salah satunya lada Luwu Timur, karena Luwu Timur di kenal dengan ladanya.

Selain itu, pada Rakorda ini, juga di lakukan penanda tanganan MoU tentang Kesepakatan Untuk Menyukseskan Program Pemberdyaaan dan Kesejahteraan Keluarga di Provinsi Sulawesi Selatan. (hms/ikp/kominfo)