Kehadiran Prabowo Tegaskan Reuni 212 Konsolidasi Politik

Editor : Muh. Idris

Online24,Jakarta – Kehadiran Capres Prabowo Subianto di acara Reuni 212, Minggu (2/12) semakin menegaskan kebenaran bahwa aksi tersebut murni bermotif politik.

“Saya sudah katakan sebelumnya jauh-jauh hari, itu (aksi reuni 212) murni motifnya politik, konsolidasi politik,” kata Sonny Majid, Dosen Universitas Pamulang.

Orasi Prabowo yang mengatakan “Saya tidak akan panjang bicara karena sebagaimana kalian ketahui saya telah mendapatkan tugas dan amanah sebagai capres Republik Indonesia” menurut Sonny menyiratkan penegasan bahwa dirinya sebagai calon presiden. Meski juga Prabowo menegaskan dirinya tidak boleh berkampanye, nggak boleh bicara politik.

“Justru itu kampanye ketika Prabowo menyebutkan dirinya diamanahkan sebagai calon presiden,” tegasnya, Minggu (2/12) seraya menambahkan pernyataan sebelumnya Juru Bicara PA 212 Novel Bakmumin yang menyebutkan memang mengundang Prabowo dan seluruh politikus yang berhaluan sama dengan mereka. Novel menegaskan sebagai konsolidasi internal memenangkan Prabowo pada Pilpres 2019.

“Yang saya kritik disini karena masih menggunakan isu Agama, politik identitas. Itu isu sensitif jika ditarik ke wilayah politik,” ujarnya.

Sonny menambahkan sejumlah tokoh yang hadir, seperti Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid, Sekjen PKS Mustafa Kamal, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, dan Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Djoko Santoso. Sementara petinggi Partai Demokrat tidak hadir dalam kegiatan tersebut.

Disinggung mengenai jumlah massa yang hadir, Sonny menilai keputusannya sesuai pilihan masyarakat April saat pencoblosan. Jumlah massa yang hadir di Reuni 212 tidak bisa menjadi ukuran dalam memenangi kontestasi pilpres.

“Itu sangat kecil sekali, jauh-lah,” tegasnya.