Syahruni Aryanti Blak-Blakan Soal Pencalonannya

Editor : Muh. Idris

Online24,Bulukumba,– Syahruni Aryanti akhirnya angkat bicara soal alasannya maju sebagai Calon Anggota Legislatif Provinsi Sulawesi Selatan. Syahruni yang akrab disapa Santi merupakan Caleg Partai Nasdem Nomor urut 3. Cara Syahruni menolak jika ia disebut-sebut hanya memenuhi quota perempuan dalam proses pemilihan legislatif. Ia mengungkapkan keseriusannya maju karena didasari oleh kesadarannya sebagai orang Sulawesi Selatan khususnya sebagai orang yang besar dan lahir di Bulukumba.

Sebagai caleg yang juga berlatar belakang aktivis perempuan dan sarjana pertanian, ia melihat bahwa program-program keperempuanan dan program pertanian tidak pernah maksimal. Program-program yang turun ke Masyarakat tidak pernah terlaksana hingga benar-benar tuntas menurutnya, karena suatu program benar-benar berhasil jika penerima manfaat sebuah program benar-benar telah berdaya dan mandiri.

“Sebut saja bantuan pemerintah yang selama ini hanya sekedar bersifat insidentil agar disebut program itu terlaksana.” Ujar Syahruni.

Pemberian bantuan pupuk, bibit dan lain-lain sebagainya. Menurut Uni sapaan akrabnya, Secara teori proses pengembangan masyarakat itu melalui tahapan-tahapan yang diawali dengan bagaimana menjelaskan apa sebenarnya yang harus dicapai dalam suatu proses usaha, apakah itu pertanian ataupun perikanan yang ujungnya adalah proses terminasi dan evaluasi atas suatu program.

“Jika maksimal maka harusnya indikator yang paling rasional adalah masyarakat atau komunitas masyarakat benar-benar telah mandiri dan berdaya saing.” jelasnya.

Lebih lanjut disebutkan Bulukumba dan Sinjai masyarakatnya adalah bekerja sebagai petani dan nelayan, jika kebijakan melalui Legislasi benar-benar telah baik, maka mestinya hasilnya sudah bisa dinikmati, sayangnya menurut mantan reporter radio ini, secara telanjang mata pembangunan terlalu fokus pada hal-hal fisik.

“Mestinya pembangunan diawali dengan pembangunan manusia sehingga akan menghasilkan manusia unggul lalu terwujud dalam keberdayaan secara Ekonomi. Saya selalu membayangkan bagaimana negara-negara maju yang memiliki Sumber daya alam yang terbatas tetapi berhasil secara maksimal dalam mengelola hasil buminya.” Katanya.

Ia mencontohkan bagaimana Thailand dan Jepang, mereka telah berhasil memukau karena pembangunan benar-benar di fokuskan pada bagaimana masyarakat memiliki pengetahuan tentang bagaimana mengelola sumberdayanya, selain itu pemerintah juga ikut serta membantu masyarakat hingga bagaimana memasarkan produk ke luar negeri.

“Saya ingin berjuang karena masih banyak yang harus dibenahi bersama. Kepada seluruh Masyarakat Sinjai dan Bulukumba, saya sangat berharap kita dapat saling membantu untuk merebut kedaulatan kita bersama sebagai orang yang saya yakini merasa sama pedulinya kepada generasi kita dimasa mendatang.” Pungkasnya.