Tudingan Skenario Persija Juara, Gede Widiade: Anjing Menggonggong Biarkan

Editor : Aris Munandar

Online24, Jakarta – Tudingan skenario juara Persija Jakarta ramai diperbincangkan menjelang penutupan Liga 1 2018. Terkait rumor ini, Direktur Persija, Gede Widiade tak mau ambil pusing.

Persija di ambang juara setelah hasil pekan ke-33 menguntungkan mereka. Kemenangan 2-1 di markas Bali United yang diikuti hasil imbang tanpa gol PSM di kandang Bhayangkara FC membuat tim Macan Kemayoran menduduki puncak klasemen.

Saat ini Persija mengoleksi 59 poin, unggul satu angka dari PSM di posisi kedua. Meskipun Persija kalah, mereka tetap jadi juara jika PSM meraih hasil imbang mengingat mereka menang selisih gol atas PSM.

Apalagi lawan Persija hanyalah tim papan bawah Mitra Kukar yang tengah menghindari degradasi dan laga itu digelar di Stadion Gelora Bung Karno. Makin besar pula peluang juara Persija.

Sementara PSM akan menghadapi PSMS Medan di kandangnya juga. Sama dengan Mitra Kukar, Laskar Ayam Kinantan juga butuh kemenangan agar tak turun kasta ke Liga 2.

Tapi, di balik itu, ada suara sumbang terkait dugaan Persija memang sudah direkayasa untuk jadi juara Liga 1. Terbaru adalah ketika melawan Bali United yang tiba-tiba ditinggal pelatih Widodo C Putro yang mundur dua hari jelang laga tersebut.

Demikian juga kontroversi ketika laga berlangsung di Stadion I Wayan Dipta. Laga sempat terhenti begitu lama dan wasit tidak memberikan tambahan waktu yang sesuai. Settingan Persija juara makin kuat setelah mantan pemain timnas Indonesia, Rochi Putiray, dalam acara talkshow baru-baru ini bertaruh bahwa tim ibukota itu yang jadi juara.

Terkait segala tudingan yang mengarah kepada timnya belakangan ini, Gede tak mau ambil pusing karena merasa Persija memang layak juara berkat performanya musim ini. Kalaupun ada fitnah semacam itu, Gede melihatnya sebagai angin lalu belaka.

“Nabi Muhammad saja diganggu, Yesus saja diganggu, apalagi Persija yang setingan yang apa sudah biarin. Ini pesan lagi ke Jakmania, anjing menggonggong itu biasa, kalau anjing masuk rumah makan, bayar rumah makan itu yang luar biasa,” ujar Gede dilansir detik.com, Rabu (5/12/20178).

“Jadi anjing menggonggong biarkan, Istighfar seperti yang dikatakan pak Gubernur berusaha membahagiakan masyarakat Jakarta dan pendukungmu bikin ketertiban. Insya Allah setelah tanggal 9 jam tujuh mau apa Allah SWT yang menentukan. Pak Gubernur sudah ngeset settingnya nanti, jangan dibicarakan karena mendahului kehendak Allah SW tidak boleh. Itu saja,” sambungnya.

“Jadi kalau itu hadiah dari PSSI, hadiah dari setingan, apa itu yang tahu Allah SWT. Percuma kita bantah buat apa. Orang yang kecewa kalau diajak bicara terus pasti akan menambah kekecewaan. Kita doakan orang yang kecewa itu hilang kecewanya, mereka bisa berbahagia pada saat siapapun yang besok juara,” tandasnya