Terlibat Pemukulan, M Rahmat Meminta Maaf Kepada Suporter PSM

Editor : Aris Munandar
M Rahmat menangis saat mendatangi kelompok suporter di tribune selatan yang menyalakan flare. (Adam/Online24)
M Rahmat menangis saat mendatangi kelompok suporter di tribune selatan yang menyalakan flare. (Adam/Online24)

Online24, Makassar – Penyerang PSM, Rahmat Syamsuddin atau M Rahmat meminta maaf atas insiden pemukulan yang dilakukannya kepada kelompok suporter Curva Sud Mattoanging (CSM).

Permohonan maaf ini disampaikan M Rahmat melalui sebuah video yang diunggah ke Instagram pribadinya. Terlihat ia bersama beberapa punggawa Juku Eja bertemu perwakilan CSM dan Dul, salah satu korban yang dipukul di Mess pemain PSM.

M Rahmat bersama kelompok suporter Curva Sud Mattoanging (Instagram m_rahmat.11)

“Saya M Rahmat, melalui video ini saya mau menyampaikan permohonan maaf kepada teman-teman suporter CSM, terkhusus kepada saudara Dul yang karena insiden kemarin mendapat perlakuan kasar dari saya,” tuturnya yang dilihat Online24jam.com, Senin (10/12/2018).

M Rahmat bersama Dul, kelompok suporter Curva Sud Mattoanging yang jadi korban pemukulan (Instagram m_rahmat.11)

“Ini pelajaran buat saya untuk ke depannya agar lebih sabar dan tenang menghadapi suatu permasalahan. Ke depannya mari kita sebagai pemain dan supor sama-sama kompak dan saling mendukung untuk kejayaan PSM Makassar,” sambungnya.

https://www.instagram.com/p/BrM-WAanPkVR37qG5FuBGc2-ch67uNbJwHn2vs0/

Insiden itu terjadi pada laga penutup Liga 1 2018 antara PSM kontra PSMS Medan di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Minggu (10/12/2018) kemarin. Aksi CSM di tribun selatan yang menyalakan flare membuat pertandingan dihentikan wasit.

Beberapa pemain PSM merespon aksi tersebut dengan mendatangi mereka. Bahkan CEO PSM, Munafri Arifuddin juga harus turun tangan menghentikan aksi bakar flare yang membuat pertandingan dihentikan sementara oleh wasit Nusur Fadilah pada pertengahan babak kedua.

Pasukan Ramang sendiri menyudahi laga tersebut dengan skor 5-1. Meski demikian, kemenangan telak itu tak mampu mengantarkan PSM menjadi kampiun. Sebab, pada laga lainnya Persija yang menjamu Mitra Kukar mengunci gelar juara usai menang 2-1 di Stadion GBK. Dengan 62 poin, tim ibu kota unggul satu angka dari PSM.