UIN Alauddin Makassar Akhirnya Raih Akreditasi A

Editor : Aris Munandar

Online24, Makassar – Menjelang tahun 2019, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar berhasil mendapatkan akreditasi A. Predikat ini didapatkan dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) melalui keputusan No. 466/SK/BAN-PT/Akred/PT/XII/2018 yang dikeluarkan pada 20 Desember 2018.

UIN Alauddin raih akreditasi A

Dilansir dari situs resmi institusi berlabel kampus peradaban ini, hasil akreditasi UIN Alauddin menjadi salah satu dari 74 perguruan tinggi swasta dan negeri yang terakreditasi A di Indonesia.

salah satu tim penyusun borang akreditasi, Isriany Ismail berterimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung serta memfasilitasi proses re-akreditasi institusi UIN Alauddin Makassar.

“Alhamdulillah kerja kita semua telah membawa UIN Alauddin Makassar memperoleh Peringkat Akreditasi A. Mohon maaf kami haturkan jika ada yang kurang berkenan dari TIM AIPT,” jelas Isriany.

Sebelumnya, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Musafir Pababbari telah mempersentasekan tujuh poin standar untuk akreditasi dihadapan tim asesor BAN PT.

Keseluruhan dokumen tersebut menggunakan tujuh standarisasi, diantaranya:

1. Visi, misi, tujuan dan strategi pencapaiannya;
2. Tata pamong, kepemimpinan, sistem pemeliharaan dan penjaminan mutu;
3. Mahasiswa dan lulusan; 4.Sumber daya manusia;
5.Kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik;
6.Pembiayaan, sarana dan prasarana, dan sistem informasi;
7.Penelitian, pelayanan pengabdian kepada masyarakat dan kerjasama.

Prof Musafir sendiri mengatakan ketujuh standar ini  dipresentasikan ke tim asesor dari BAN-PT yang terdiri dari lima orang.

Mereka yakni Prof Sarwiji Suwandi dari Universitas Sebelas Maret, Dr Syaifan Nur dari Universitas Sunan Kalijaga, Prof Indri Safitri Mukono dari Universitas Airlangga, Prof Sugiono dari Universitas Negeri Yogyakarta dan Dr Sururin dari UIN Syarif Hidayatullah.

Persiapannya akreditasi institusi sudah setahun yang lalu kami bekerja, yah ada tujuh standar itu yang telah dipersentasekan, ujarnya.

Merujuk pada pedoman Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) buku Pedoman Asesmen Lapangan, tim Asesor wajib memeriksa data, informasi, dan bukti yang telah disiapkan oleh institusi perguruan tinggi terkait.

Juga keadaan teknis lainnya di lokasi kampus dengan mewawancarai dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, alumni, hingga mitrakerja yang dianggap perlu, serta mengobservasi kegiatan dan fasilitas pendukung.