Kecewa Dengan Pelayanan Kades, Warga Bantaeng Blokade Jalan

Editor : Muh. Idris

Online24,Bantaeng – Aksi blokade jalan oleh seorang warga di Bantaeng di Dusun Gangangbaku, Desa Bajiminasa, Kecamatan Gantarangkeke, Bantaeng. Membuat warga keheranan.

Aksi yang tergolong nekad itu, rupanya dilakukan karena kecewa dengan janji pihak kepala desa. Yang dinilai membeda bedakan warganya.

“Orang tua ini adalah ayah dari istri saya, Jusniah. Kesehariannya sangat pendiam, bahkan saya sendiri menantunya jarang melakukan interaksi sosial, komunikasi dan sebagainya jika berada di rumahnya yang terletak di Dusun Gangangbaku, Desa Bajiminasa, Kecamatan Gantarangkeke, Bantaeng.

Dia dikenal sebagai sosok yang ramah bagi kalangan sebayanya dan keluarganya.

Namun pagi itu dikabarkan tiba-tiba ia menggengerkan warga sekitar kampung dengan aksinya yang memblokade jalan yang menghubungkan antara Desa Bajiminasa dan Desa Layoa.

“Saya sangat terkejut mengetahui aksinya yang saya anggap sangat terlalu, sebab memblokade jalan yang merupakan fasilitas umum (fasum) dan itu akan merugikan banyak masyarakat,” ujar menantunya. Anwar dalam postingannya di Facebook.

Rupanya setelah dikonfirmasi, ternyata karena persoalan kebijakan kepala desa atas nama H A Jahruddin. Yang dinilai sebagai “siri”, dia merasa sebagai rakyat biasa harga dirinya dipermainkan oleh kepala desa tersebut. Sebab sudah lima kali dijanji akan dipinjamkan kendaraan berupa mobil pick up oleh kepala desa, yang dikelola oleh badan usaha milik desa (BUMDES). Tiba pada janji kelima kalinya, pak desa atau yang setiap harinya disapa Karaeng H Dudding kembali berulah dengan beralasan jika kunci mobil BUMDES itu dibawah ke Makassar menghadiri salah satu acara.

Menurut mereka alasan itu yang selalu keluar dari mulut pihak desa jika mereka datang memita pinjaman, dan banyak alasan lain.

“jika bukan anggotanya yang membawa kunci, yah pak desa ataukah kuncinya tidak tahu taruh dimana. Selalu begitu alasannya.” Tambahnya.

Atas janji – janji palsu itulah membuat warga memblokade jalan sebagai upaya agar pihak desa yang dianggap sombong agar tidak membedakan antara masyarakat bawah dan masyarakat lainnya untuk meminta pinjaman kendaraan.

Tak ayal postingan ini menimbulkan reaksi para netizen.

“Bagus itu, tingkatkan supaya dia tau diri…”ujar Muh. Nasiruddin Razzak.

“Semoga kadesnya sadar. Ini baru satu org yg kecewa terhadap pelayanan. Bagaimana klo sdh satu dusun?” Koment Rahman Pocing