Hamil, Hindari Diabetes Gestasional

Editor : Muhammad Tohir

Online24,Makassar- Semua Ibu pasti mendambakan kehamilan dan hadirnya buah hati di tengah keluarga. Namun, jangan sampai karena ingin hamil lalu tergesa-gesa tanpa ada persiapan fisik dan mental atau karena khawatir janin kekurangan asupan lalu ibu pun makan  tak terkontrol. Perlu diketahui, ibu hamil  dapat terkena diabetes yang dikenal dengan diabetes gestasional, yaitu kondisi naiknya gula darah secara drastis pada saat kehamilan. Penyakit ini umumnya terjadi pada minggu ke-24 hingga ke-28 kehamilan dan dapat berlangsung hingga proses melahirkan.

Diabetes Gestasional kata Dr. Handojo Tjandra,MD., MMed O&G (M’Sia)., Sp.OG, Dokter Spesialis Obstetrics & Gynecology OMNI Hospitals Alam Sutera, terjadi karena beberapa hal, seperti akibat obesitas (kegemukan), adanya riwayat diabetes pada keluarga, terkena diabetes pada kehamilan sebelumnya, riwayat bayi besar pada persalinan sebelumnya (bayi lahir dengan berat di atas 4 kg), kenaikan berat badan berlebihan selama kehamilan dan sindrom ovarium polikistik (Poly Cystic Ovarian Syndrome).

Penyebab pasti terjadinya diabetes pada ibu hamil masih belum diketahui. Namun, ada kemungkinan hormon ikut berperan karena tubuh perempuan menghasilkan beberapa hormon dalam jumlah banyak pada saat hamil. Salah satunya adalah hormon yang mengganggu bekerjanya insulin. Ada hormon yang erat kaitannya dengan diabetes, yaitu hormon pertumbuhan (GH), human placenta lactogen (hPL), dan kortisol insulin. Jika terjadi gangguan pada hormon tersebut  dapat menyebabkan intoleransi gula dan menyebabkan diabetes.

 

Angka kejadian diabetes pada kehamilan bisa mencapai sekitar 3-5%. Bahkan anak yang lahir dari ibu dengan diabetes gestasional ikut berisiko menderita diabetes saat dewasa. Risiko ini lebih tinggi jika dibandingkan anak yang lahir dari ibu yang non diabetes. Data dari International Diabetes Federation (IDF) 2017 menyebutkan bahwa lebih dari 199 juta perempuan di dunia mengalami diabetes. Dengan perkiraan 1 dari 7 kelahiran dipengaruhi oleh diabetes gestasional.

“Agar tidak terkena diabetes, sebaiknya makanan yang tinggi kalori dan karbohidrat dikonsumsi oleh ibu hamil secara terkontrol agar tidak berlebihan. Akan lebih baik selama masa kehamilan, ibu mengonsumsi  makanan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, mineral, dan vitamin. Asam folat dengan dosis minimal 4 mg per hari juga sebaiknya rutin dikonsumsi calon ibu dengan riwayat diabetes. Asam folat dapat dikonsumsi rutin 3 bulan sebelum masa kehamilan. Bicarakan juga dengan dokter kandungan dan ahli gizi untuk mengetahui diet dan kadar nutrisi yang tepat untuk kondisi Anda, ” ujar dr. Handojo.