Tahun 2019 Acuan Membuka Lembaran Baru

Editor : Muh. Idris
Ridha Amaliyah
Mahasiswa Komunikasi UMI Makassar.
Ridha Amaliyah Mahasiswa Komunikasi UMI Makassar.

Online24jam, Makassar – Tak terasa, akan terlewati momen pergantian tahun dari 2018 ke 2019.

Seperti tahun sebelumnya, perayaan tahun baru 2019 diwarnai kemeriahan pesta kembang api, zikir, dan berbagai kegiatan semarak lainnya.

Tidak hanya di luar negeri, kemeriahan momen perayaan tahun baru juga di lakukan masyarakat Indonesia, terutama di kota Makassar dan beberapa kota besar lainnya.

Warga masyarakat antusias dalam menyambut momen pergantian tahun baru ini, baik dari kalangan anak-anak, remaja maupun orang dewasa.

Pergantian tahun baru ini seakan menjadi hari besar internasional yang ditunggu-tunggu seluruh masyarakat di dunia.

Bahkan, ada yang rela menghabiskan uangnya hingga ratusan juta demi menyemarakkan tahun baru ini.

Perayaan itu terlihat wajar dan manusiawi, karena momen seperti ini hanya terjadi setiap pergantian tahun.

Bukan hanya itu momen pergantian tahun juga merupakan sebagai acuan bagi setiap orang untuk membuka lembaran baru mereka.

Dengan harapan dan semangat baru dalam melakukan kegiatan baru. Momen tahun baru ini bukan hanya pergantian angka saja, tapi memiliki makna yang tersendiri bagi setiap orang.

Makna Tahun Baru

Dalam menyambut tahun baru tidak mesti melakukan pesta yang poranda.tetapi juga bisa membaca Al Quran bersama keluarga, zikir dan bersedekah kepada anak yatim.

Trpenting harus dimaknai dalam momen tahun baru adalah bagaimana merenungkan semua kekurangan, kesalahan yang ada di diri.

Serta kegagalan dari tahun sebelumnya . agar di tahun ini bisa menjadi orang yang lebih baik lagi dari tahun sebelumnya .

Di momen tahun baru ini, semua bisa mempersiapkan diri menghadapi sejumlah tantangan yang akan terjadi di tahun yang akan datang.

Itulah makna tahun baru yang sebenarnya yang ditanamkan dalam diri masing-masing , bukan merayakan dengan melakukan pesta kembang api dan menghambur-hamburkan uang.

Maka dari itu tak perlu bersedih dan berkecil hati karena tidak bisa merayakan dengan pesta pora serta besenang-senang sampai larut malam.

Seharusnya mengambil hikmah dan melihat dari sisi positif dan negatifnya dari momen tahun baru ini.

seandainya ketika berfikiran dewasa dan bijaksana dalam memaknai perayaan moment tahun baru.

Akan lebih beruntung di banding orang-orang yang merayakan tahun baru dengan berfoya-foya dan menghambur uang banyak tanpa memikirkan kehidupan kedepannya.

Oleh: Ridha Amaliyah
Mahasiswa Komunikasi UMI Makassar