Warga Soppeng tetap sapa “Pak Wakil”, meski Supriansa bukan lagi Wakil Bupati

Editor : AS

Online24, Makassar – Meskipun Supriansa tidak menjabat sebagai Wakil Bupati Soppeng, namun panggilan “Pak Wakil” masih melekat bagi warga Kabupaten Soppeng.  Selain  panggilan ‘Pak Wakil” di Soppeng, panggilan “Pak Wabup” juga tetap melekat bagi caleg Anggota DPR RI ini di luar Kabupaten Soppeng. Padahal, Supriansa telah mengundurkan diri sebagai Wakil Bupati Soppeng, akhir Oktober 2018 lalu. Supri masih menyisakan 2 tahun lagi sebagai Wakil Bupati Soppeng mendampingi Kazwadi Razak sebagai Bupati Soppeng. 

Istilah “Pak Wakil” yang melekat tersebut nampak terlihat di sejumlah spanduk yang telah beredar di rumah rumah warga se Kabupaten Soppeng. Spanduk tersebut sengaja dipasang oleh warga di halaman rumah mereka. Bahkan sebagian pula terlihat terpasang di rumah warga.  Andi Aco, kerabat Supriansa mengatakan bahwa jika Supri ke Soppeng maka warga masih menyapa nya sebagai  pak wakil.  “Di mana mana masih dipanggil pak wakil. Padahal beliau sudah mundur dan selama ini lebih banyak menetap di Makassar”. Ungkap Andi Aco. Begitupula saat Supri menuju Soppeng. Abidin, seorang warga Soppeng mengaku jika nama pak wakil sulit untuk mereka ganti untuk memanggil Supriansa.  Selain di Soppeng, bagi kerabat Supriansa juga masih melekat nama “Pak Wabup” bagi ayah Al Gifari ini.  Baik Jakarta maupun di Makassar, Supriansa menurut Sulaiman Syamsuddin kerabat Supri di Makassar nama Pak Wabup tetap melekat.  “Kita kalau ketemu beliau masih memanggil Pak Wabup. Karena sudah melekat dan gampang soalnya” kata Sulaiman yang juga pengacara di Makassar. Bahkan grup grup sosmed, nama wabup masih melekat.  

Supriansa mundur dari jabatannya sebagai pejabat di Pemda Soppeng karena terdaftar sebagai Caleg anggota DPR RI nomor 7 dari Partai Golkar untuk dapil 2 Sulawesi Selatan.  Supriansa yang mengetahui namanya masih dipanggil “Pak Wakil” pun tak menolak. Iya hanya mengatakan bahwa kemungkinan karena dirinya sebagai calon wakil rakyat. Jadi lanjutnya, tak ada salahnya atas panggilan akrab itu. “Kalau ini panggilan masyarakat, masa kita tolak?” Ujarnya sambil tertawa.