Ironi Pemkab Menghapus BPJS Gratis untuk Rakyat, Tapi Lampu Hias Penuhi Rujab

Editor : Muh. Idris

Online24,Sidrap – Sejak 1 Januari 2019 ini, Pemerintah Kabupaten Sidrap melalui Bupati Sidrap H Dollah Mando mencabut alias menghapus anggaran dana BPjS gratis untuk 113 ribu warga Sidrap yang ditanggung BPJS nya pada 2018 lalu diera kepemimpinan Rusdi Masse sebagai Bupati Sidrap.

Penghapusan ini menurut Pemkb Sidrap tak lain karena tidak urgen alis tidak penting. Dan mengingat masih banyak proyek lain yang butuh anggaran besar di Sidrap.

Ironisnya, Di tengah penghapusan dana BPJS gratis bagi 113 ribu warga Sidrap, ada pembangunan dan pengadaan lampu lampu hias yang terbilang glamor dan terkesan berfoya foya.

Misalnya di rumah jabatan bupati Sidrap tampak dipasangi lampu warna warni yang menyilaukan mata.

“Mungkin dana BPJS gratis itu dipakai untuk pembangunan lampu lampu di Rujab Bupati. Kasihan kami ini rakyat kecil, BPJS gratis itu sangat bermanfaat dan membantu kami,” ujar La Mase, salah seorang warga Massepe, Sidrap.

Dana BPJS gratis untuk warga Sidrap memang sejak 1 Januari 2019 ini telah ditiadakan. Padahal, pada masa RMS jadi Bupati Sidrap, dia memprakarsai BPJS dengan menganggarkan di APBD 2018 untuk warga Sidrap.

Di satu sisi, lampu lampu yang tidak tergolong penting untuk kepentingan rakyat malah dilakukan oleh Pemkab Sidrap. “Tiap malam rujab selalu kelihatan mewah megah, tapi rakyat menjerit untuk berobat saja mereka harus membayar puskesmas. Beda dulu waktu RMS tidak ada itu pembayaran,” ujar La Mase.

Penerangan jalan lintas daerah di Kabupaten Sidrap hingga kini masih minim penerangan. Panjang ruas jalan yang tak mendapatkan penerangan memadai itu mencapai kurang lebih sekitar 25-30 kilometer.

Beberapa wilayah yang dimaksud ada di empat kecamatan di Sidrap salah satunya di kecamatan Panca Rijang. Terkhusus di daerah Rappang, hampir semua lampu pada jalan poros itu tdk terawat.

Minimnya penerangan di Wilayah tersebut mendapat keluhan dari warga.

“Saat ini penerangan jalan dikabupaten sidrap hanya ada dipusat kota saja. Rappang merupakan jalur lintas Kabupaten, yang dimana ketika tidak dirawat penerangannya sebagaimana mestinya, kondisi ini mengancam keselamatan pengguna jalan.” ungkap Andi Uki salah satu warga sekitar.

Andi Uki berharap agar dinas terkait tidak tutup mata akan hal tersebut. “Pemerintah jangan tutup mata ini sangat rawan kecelakaan karena penerangan yang minim,” harapnya.

IPMI Sidrap Cabang Panca Rijang yang notabenenya organisasi kedaerahan ikut prihatin terhadap fakta tersebut, kami hadir disini sebagai penyambung lidah masyarakat, meminta kepada dinas terkait dalam hal ini Pemda tidak menutup mata akan hal ini.

“Kami rasa pembiaran ini tidak bisa dibiarkan berkepanjangan, mengingat disamping dapat mengancam nyawa banyak org ini juga bagian dari pelayanan publik ke masyarakat.” ungkap Ketua IPMI Sidrap Panca Rijang, Andi Tomi Siddiq.

Ketua IPMI Sidrap Panca Rijang, Juga berharap pemerintah Kabupaten Sidrap harus peka dan turun tangan terkait permasalahan ini. “Kami kawal terus sesuai dengan regulasi yang ada,” tutup Andi Tomi.(*)