Arah Kesenian Tidak Jelas, Ini Gagasan Budayawan Sulsel

Editor : Muh. Idris

Online24jam,Makassar, – Dalam 10 tahun terakhir arah kesenian Sulsel dinilai tidak jelas. Demikian dibahas dalamnpertemuan di Kampung Popsa, Sabtu (5/6).

Dalam pembahasan tersebut Pemerintah prov terkesan tidak punya blue print yang bisa dijadikan rujukan bagi semua stake holder yang kemudian berefek jalan sendiri-sendiri. Tidak ada sinergisitas. Pemerintah sibuk sendiri dan tidak partisifatip. Tidak transparan dan patut di duga tidak a countable.

Berangkat dari asumsi ugly menggelisah ini maka para pemerhati kesenian melakukan curah pendapat menyoal kondisi berkesenian di Sul sel. Diantaranya diusulkan empat gagasan:

1. Lembaga payung, yang berfungsi menjadi wadah bg para seniman tdk berfungsi sep dewan kesenian sulsel pdhal ada payung hukum yg mengamanahkan soal ini.
2. Dukungan pemerintah berupa kebijakan maupun pendanaan terkesan tertutup,dukungan pers yg setengah hati. Dukungan wasta Sep dana CSR tdk member kontribusi dlm menggiatkan kesenian.
3. Kantong kantong kesenian tdk terawat dan dipelihara sbg upaya melestarikan kesenian dan kebudayaan.
4. Harus ada event kesenian scr rutin
Kalau bisa setiap tahun ada beberapa festival yang digelar dibeberapa daerah.

“Keempat pilar inilah yang coba kita gagas untuk diberikan kepada pemerintah provinsi.” Ujar Asmin, pria yang hobi berpakaian hitam-hitam ini.

Senada dengan itu, Pemerhati Pariwisata Sulsel, A. Ilham Mattalatta juga mengatakan, Kegiatan berkesenian itu perlu disemarakkan kembali karena Sulsel ini dikenal punya kebudayaan yang tinggi. Tapi sayangnya hampir sekian lama malah tenggelam. Padahal harus jadi ikon yang diharapkan bisa mendatangkan wisatawan.

“Kita harus belajar dari Bali dan Jogja. Mereka hidup dari passion kebudayaan dan kesenian mereka. Dan itulah yang membuat orang tertarik untuk datang kesana.” Ujar A. Ilham.

Bahkan menurutnya baru-baru ini Ketua PHRI Makassar, Anggiat Sinaga juga mengeluh tentang itu. Yang mengakui dropnya kunjungan ke Makassar.

“Kesenian itu belum menjadi sesuatu yang trendi. Inilah yang wajib dibangun.” pungkasnya.

Sehingga dengan adanya pertemuan ini diharapkan bisa berkelanjutan dan memberi masukan kepada Pemerintah Provinsi.

Turut hadir dalam pertemuan itu diantaranya, Bahar Merdhu, Yudhistira Sukatanya dan Dewi Ritayana, Ammar Gamasi, Bahar karca, Idris Baba Ong, Djamal April Kalam, Iwan Tobbe, Saleh Alhabsyi dan Kurniaty.***