Ketua BKLDK Sulselbar : Pergerakan Mahasiswa Jangan Dilemahkan Tapi Dimotivasi

Editor : Muh. Idris

Online24jam,Makassar — Beberapa hari yang lalu, dunia pendidikan kembali menjadi sorotan. Hal ini disebabkan oleh viralnya video pernyataan seorang Dosen Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Ia tak bersedia meluluskan Mahasiswanya yang ikut pengakaderan Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI).

Sebuah video berdurasi 30 detik memperlihatkan, dosen tersebut dengan lantang mengatakan bahwa mahasiswa yang ikut berproses di Organisasi Himpunan Islam (HMI) tidak akan diluluskan.

“Kalau ada anak HMI di sini, ikut DAD baru masuk lagi Basic di HMI dan Saya ajar, Insya Allah tidak akan pernah lulus sampai hari kiamat,” terangnya dalam video yang beredar di media sosial.

Hal tersebut dianggap tidak mendidik dan bijak karena diperlihatkan oleh oknum pendidik. Aksi ini pun sudah mendapat kecaman dari berbagai aktivis HMI. Salah satunya adalah Mamang.

Kader HMI Cagora tersebut mengatakan, sikap dari dosen yang dimaksud tidak mencerminkan sebagai pendidik di kampus.

“Mahasiswa punya hak prerogatif menentukan pilihan dimana dia ingin pergi berproses. Ini sangat tidak dewasa dan jelas bukan sikap organisatoris,” jelasnya.

Muhammad Yunus selaku Ketua Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Wilayah Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) juga mengeluarkan pendapat terkait hal ini. Menurut Yunus, sikap dosen tersebut tidak etis bagi kebebasan berorganisasi mahasiswa.

“Setiap mahasiswa kan memiliki hak untuk berorganisasi sesuai pilihan nya, tidak boleh ada tekanan dari pihak manapun,” terang Yunus.

Bagi Yunus, hal tersebut adalah bagian dari tekanan dari birokrasi yang akan semakin melemahkan pergerakan mahasiswa. Terlebih pergerakan berdasar Islami, sudah seharusnya tidak dihambat apalagi diintimidasi, sebab justru akan melahirkan kebaikan.

“Jelas karena adanya tekanan kepada mahasiswa untuk berorganisasi yang dia kehendaki. Pergerakan mahasiswa akan lemah jadinya. Banyaknya pergerakan atau organisasi itu akan membuat diantara mereka berlomba demi kebaikan apatah lagi ruh gerakan itu demi tegaknya islam. Saya harap jangan di hambat, diintimidasi, ini demi kelangsungan pergerakan mahasiswa,” pungkasnya.

Di akhir, Yunus menyampaikan opininya terkait hal yang seharusnya dilakukan pihak birokrasi. Seharusnya mahasiswa diarahkan untuk menjadi aktivis sejati bukan malah mematikan daya kritis dan melemahkan pergerakan mahasiswa.

“Alih alih menyelamatkan justru membuat lemah pergerakan, seharusnya mahasiswa itu diarahkan agar motivasi untuk terjun menjadi aktivis, agar mahasiswa memiliki arah juang yg jelas dan memilih jadi pejuang islam. Kepada mahasiswa silahkan terus bergerak, berjuang demi islam,” Tutupnya.